Skip to content

#TIL-1 : A Kindness from far far away

Masih ingat dengan kisah Ibu Tambal Ban yang aku ceritakan tempo hari? Iya, untuk kalian yang sebelumnya pernah membaca tulisan saya di instagram maupun facebok dan matanya jeli pasti tau ada yang berbeda dengan ibu tersebut kali ini. Hari ini si ibu tidak lagi menggunakan daster robek untuk menutup kepalanya dan hari ini juga ban motor saya tidaklah bocor hehe.

Sesudah tarawih tadi malam aku dan Faiz menyengajakan untuk menemui Ibu tersebut, memarkirkan motor di trotoar dan mulai menghampiri Si Ibu. Aku melihat ada rawut lelah dan kantuk di wajah nya, masih sama seperti waktu itu duduk di kursi panjang menanti rezeki.

“Buuu” aku duduk disamping ibunya

“Ya mas”

“Eenngg… anu Bu…”

Ibu itu melirik motor ku, mungkin mengira ban ku bocor

“Ooh enggak, Bu. Mmm.. Jadi gini, sebelumnya kan saya pernah nambal ban disini. Kebetulan saya sempat nulis tentang Ibu di mediasosial, nah ada beberapa orang yang nanyain ke saya dan minta tolong sampein ini ke Ibu ” aku menyodorkan sesuatu ke tangan Ibunya.

“Ini apa mas?”

…..

Ceritanya, beberapa jam setelah aku memposting kisah ibu tersebut ada beberapa notifikasi yang masuk ke handphoneku. Bedanya kali ini bukan chat praktikan yang selalu memenuhi whatsapp untuk nanyain revisi laporan resmi kapan dibalikin hehe, karena dari nomer yang masuk aku tau ini bukan nomer ponsel indonesia (maap ya Bu Dina, saya kelupaan save nomer Ibu hehe)

+61 409 xxx : Assalamualaykum. Karim apa kabar? Masih ingat dengan Ibu?

Abdul Karim: Waalaikumsalam Bu Dina, alhamdulillah sehat Bu. Ibu apa kabar?

+61 409 xxx : Sdh wisuda ya? Alhamdulillah kami baik2. Mau tanya.

Abdul Karim: InsyaAllah bulan Juli nanti sidang skripsi Bu, kalau lancar bulan September wisuda hehe

+61 409 xxx : Good on you.

+61 409 xxx : Mau tanya ibu yang tambal ban itu.

Abdul Karim: Oh ya Bu, ada yg bisa saya bantu?

+61 409 xxx : Apa Karim suka lwt situ?

Abdul Karim: Kebetulan saya les IALF di sekitaran daerah itu, Bu.

+61 409 xxx : Kalau Ibu mau titip uang tolong kasi ke ibu itu bisa ya?

Aku hanya bisa menatap kosong layar handphone ku. Masih belum bisa percaya dengan apa yang aku baca. MasyaAllah, siapa yang menyangka masih ada orang yang sangat peduli dengan orang lain. Gak berlebih aku pilih kata “sangat peduli”, karena Bu Dina yang ku kenal saat berkunjung ke Melbourne dua tahun silam ialah wanita karir yang sangat sedikit waktunya untuk sekedar membaca postingan abal abal mahasiswa seperti saya ini dan terlebih lagi dengan jarak yang terpisah 4692 KM antara Surabaya – Melbourne Bu Dina memilih untuk tidak diam dan tergerak untuk berbagi rezeki yang ia miliki ke orang yang tidak sama sekali ia kenal.

….

Mata ibu itu mulai berkaca kaca saat aku menceritakan apa isi dan dari siapa amplop yang tadi aku serahkan. Aku tak tahan menahan rasa sedih saat ibu itu mengusap air mata rasa syukur “Alhamdulillah ya Allah, alhamdulillaaah… mugo-mugo dibales Gusti Allah yo mas” tangan ibu itu gemeteran memegang amplop, ada silence moment saat ini; aku dan Faiz hanya bisa terdiam melihat Ibu tersebut menangis sambil mengusap air mata. “Tolong sampaikan ke wong e mas, matur nuwun sanget. Mung Gusti Allah iso bales” Aku menggangguk dan meng-aamiin-kan doa itu lalu segera pamit karena tak tahan berlama lama menahan haru di depan ibunya, bahkan untuk sekedar menanyakan nama aku tak kuat lagi.

Disepanjang perjalanan pulang aku benar-benar bersyukur diberi kesempatan menjadi bagian dari skenario indah yang Allah susun ini. Aku benar-benar diingatkan untuk mulai lah lebih peduli dengan sekitar, mulai lah memberi manfaat sejak dini, dan mulai lah berbagi kebaikan untuk memanggil kebaikan lainnya. Aku sadar sejak kecil hingga mahasiswa aku selalu saja mendongak ke atas melihat kesuksesan orang-orang hebat dan bercita-cita untuk berprestasi dan sukses.  Tak jarang kadang bahkan muncul rasa iri saat melihat teman yang lain berhasil di sana sini. Dan sedikit sekali waktu yang ku gunakan untuk menurunkan pandangan melihat nasib orang yang lebih tidak beruntung. Kejadian ini seakan Allah menegur ku dengan cara halus “Hei Karim. Sudahlah jangan terlalu lama mendongak ke atas, coba liat ke bawah sebentar biar gak pegel tuh leher mu.” Ternyata bener, aku terlalu lama mendongak dan lupa cara bersyukur.

Untuk teman-teman yang membaca tulisan ini, terimakasih sudah meluangkan waktunya disela sela kesibukan. Saya yakin masih ada ratusan bahkan ribuan Ibu Dina – Ibu Dina lainnya di luar sana, masih banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita, dan saya SANGAT YAKIN masih banyak teman-teman yang pengguna mediasosial yang PEDULI dan ingin berbagi kebaikan dengan menjadikan teknologi dan mediasosial sebagai wadah yang bermanfaat dan memberikan kebermanfaatan. Jangan pernah ragu untuk membantu orang lain sekecil apa pun usaha kita, karena yang kecil bagi kita bisa jadi sangat berharga bagi orang lain. Jangan pernah merasa minder untuk memposting info yang kadang tak jarang orang mencerca “Ah, pencitraan banget” “Sok alim nih orang” atau apapunlah komentar yang membuat kita ragu dan sungkan. Kalau lah semua orang baik memilih untuk diam, jangan pernah berharap semuanya akan baik-baik saja,  yang ada hanya kebaikan-kebaikan akan benar-benar terpendam dan bahkan padam.

Oh ya, untuk teman-teman mahasiswa seperti saya jangan mau kalah dengan Bu Dina loh, membantu tak selamanya harus dengan uang kok.  Asal kau tau, hari ini ibu tambal ban itu gak lagi menggunakan daster robek untuk menutup kepalanya justru berkat uluran tangan anak-anak muda loh. Gak percaya? Nih, aku liatin chat ku dengan salah satu mahasiswa yang tergerak untuk membantu sebisanya.

“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat.” (Hadits Riwayat Muslim 2699)

So, #TODAYILEARNED Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan.

 

-Meja Belajar. 07 Juni 2017 [16:21]-

Published in#TODAYILEARNED

2 Comments

  1. Hamba Allah paling sexy Hamba Allah paling sexy

    Terharu, rupanya kalian mau ke sana ya malam itu. huhu

    • bdulkarim bdulkarim

      Waaaah kece banget nama akun ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *