Skip to content

Nützlich! Posts

Pulau Hujan

Bangun lebih awal pagi ini, tak ada yang lebih menyenangkan selain bisa meluangkan waktu dengan orang tua. Sejak kemarin malam Papa mengingatkan kalau pagi ini aku bakal menemani berobat ke Bengkalis. Hampir tiap aku pulang ke rumah, pasti ada jadwal ini. Suatu hal yang menyenangkan masih bisa mengabulkan permintaan orang tua. And you should know, mama papa jarang minta ini itu, mereka sejak anak anak nya mulai tumbuh remaja sudah membiarkan kami mandiri. Selagi kami masih di jalur yang tepat, GO AHEAD!

Leave a Comment

Da Best

Kalau diusut lagi kasus kenapa sampai pulang tanggal 16 Juni padahal sudah bisa pulang sejak zaman dahulu kala, ternyata sudah ada alur ceritanya. Dimulai dari tawaran dari Bu Siti buat join di proyeknya Pak Tri mengenai analisa potensi pabrik plastik dan keramik daerah Jawa Timur dari kementerian perindustrian. Gile gile. Seumur hidup baru kali ini diajakin langsung dosen buat ikutan proyek, walaupun entah apa yang bakal aku kerjain nanti disana. Awalnya sempet mikir bakal ngapain ya, paling jadi surveyor, atau supir, atau kuli apapun lah itu yang bisa bantuin dosen saat beliau beliau tidak bisa. But, it seems epic when i know they actually need Industrial Engineer for this case. Ternyata lebih kearah analisa potensi yg lebih kearah supply & demand perusaahan plastik dan keramik untuk keberlanjutan jangka panjang, nah dari hasil ini kementerian perindustrian bisa mengambil kebijakan apakah menambah jumlah industri, mengurangi, mengalihkan lokasi, atau juga menjual perusahaan yg sudah ada (haha it’s a bad option). Terus ngapain ngajak aku -,- Singkat cerita, proyek nya selesai pertengahan juni. Ttteeettooott~ itu berarti aku baru bisa balik tanggal segituan. Jauhjauh hari tiket SUB-(BDO)-PKU sudah dibooked, aku senang dompet tenang. Sampai suatu notif WA yang tak pernah kuduga

“Bapak ibu
saya barusan dpt kabar dr bu Arofah Disperindag bahwa

terjadi kesalahan administrasi oleh mereka

keg yg ditawarkn k kita ini termasuk “Konsultasi..” di anggaran disperindag

tetapi realnya: keg ini masuk ke anggaran”dokumentasi dan publikasi”

jd g match sama yg akan kita kerjakan sesuai petunjuk pertama dr bu arofah dulu

sehingga diputuskn utk sementara kita pending dulu semua pekerjaan profil industri ini SAMPAi mereka merubah anggaran dari “dokumentasi dan publikasi” menjadi “konsultasi..”

biasanya perubahan anggaran ini pd bln Agust”

…. suwun puwol…. aku pengangguran sampe 16 juni 2016.

Tapi tapi tapi, ternyata ada cerita yang sudah disiapkan-Nya. Ternyata di last minute tanggal 13 juni malah baru dibales surat pengajuan Kerja Praktik (KP). Yang bener aja, hampir semua anak udah diterima KP, sebagiannya malah udah berangkat KP, dan parahnya lagi K54 (angkatan satu tahun dibawah ku) sudah mulai ngurus pengajuan KP, dan aku wkwk sampe tanggal segitu baru diterima -_______- Alhamdulillah toh pulang tanggal 16 juni, kalau enggak siapa yang ngurus ke birokrasi dan dosen pembimbing, Agung (partner KP) juga udah pulang duluan.

Gak semua notif juga sih yang we hate to remind, besoknya tanggal 14 juni malah ada satu notif yang sekali lagi alhamdullillah booked tiket pertengahan juni. Pihak Pemprov Riau baru saja mengirimkan email mengenai persyaratan pengajuan beasiswa Pemprov Riau, dan di persyaratannya butuh legalisir KTM,  legalisir Transkrip, surat aktif kuliah dan banyak lagiii. Semuanya ga bisa kuurus kalau udah balik duluan!!!! Memang sudah diatur hehe.

Dan di 3 malam terakhir sebelum keberangkatan I do the most important meetings for last 2 years, alhamdulillah semuanya udah kelar. So, do not hate things which is not your desire, because His desire is da best.

2 Comments

Ready to Leap up!

Well well well, sudah saat nya produktif diusia yang mulai gak produktif. Mulai hari ini, HARUS PRODUKTIF. Udah cukup guling gulibg di kasur seharian hp-an, dota, novel, buka, taraweh, dota, sahur, tidur, hp-an gabut gege. Kasian juga tadi liat anak anak spektro yang lari sana lari sini tapi akunya loyo, lebih kasian lagi liat aku sendiri sih rasa rasa bisa berbuat banyak tapi aku yang mager, kebanyakan mengenang kebelakang dan terlalu jauh bayangin yang di depan kali ya. But it’s okay, Panda needs long sleep before focus on his bamboo! Howoooo!!

 

Sudah dilist keperluan besok apa aja. Nyari mbak sri, ketemu dosbing KP, packing, (mulai) bikin persyaratan beasiswa pemprov, check tiket, dan lalayeye nyaa. Dan semua nya (harus tidak) akan berantakan kalau bangun nya seperti jadwal ramadhan. Haha. Cuma dua opsi: bangun -> dhuha atau bangun -> zuhur 😂😂😂

 

Today, my last page on 3rd grade. I should close it by my best!

Leave a Comment

Muda Gila Logika

“Muda gila, muda membara”

Menjadi muda adalah pilihan kami. Mengumpulkan banyak pertanyaan dan mendadak menjadi jawaban segala pertanyaan.

Malam ini kami muda. Duduk dengan jeans jahitan setengah terbuka. Bicara logika-logika, yang sana bilang apa yang sini merasa bijaksana. Lingkar mata mulai menghitam. Ketika yang tua mulai bercengkrama di ruang tidur, kami membuka bicara.

Dia yang benar! 

Yang benar saja?! Bukan dia!

Tapi menurutku lebih baik begini saja.

Kau gila?! 

Ya, kami muda. Kami tak kenal kantuk, tak kenal angin malam. Siap berteriak lantang di gelap malam. Tak kunjung usai dengan dengan asumsi dan logika. Dan beranjak turun saat ayam jantan terjaga.

Kau tau apa yang membuat lapak ini tak pernah usai? Ya, kita muda kita miskin pengalaman berharga. Semua kesimpulan bergerak dengan asumsi, ditambah lirikan mata yang menyakinkan, dan sedikit nada penekanan. Sisanya hampa.

Saat pagi siap bergerak bersama pemuda, tak satu pun yang menyingsingkan lengan kemeja. Ah, kita kan belum tidur saban hari.

Leave a Comment

Malam ini aku berdamai dengan diri.

Terlelap lebih awal mengajarkan arti sebuah kelelahan.

Lelah dengan semua ego yang selalu ku kuras habis disiang hari.

Entah seberapa bodohnya lagi, aku selalu mengulang masa masa kelam saban hari.

Menjadi dominan, berteriak lantang, dan terus tak terkendali.

Tapi malam ini jelas berbeda, jauh lebih damai.

Leave a Comment

Melbourne Night Escape!

Hai hai, udah lama ga ngepost nih.  Ceritanya lagi sibuk dengan urusan Spektronics dan SEK53 trus pelajaran dikelas yang entahlah terlalu mistik untuk dipelajari. Apalagi dengan Thermo yang hanya karena salah masukin nilai R dan…..áhsyudaaah laaaah… Yep, sengaja ambil waktu malam buat nulis, setelah ke base (yang sekarang kata Agung namanya Lab) Spektronics. Melihat anak anak nyoba konsep baru dan menurutku mereka keren punya ide ide kreatif hehe. Okay let me bring you to my unpredictable journey: Melbourne Night Escape!

Yesh, i and my team berkesempatan ikutan lomba Chem-E-Car di Melbourne dalam rangka APPChE (Asian Pasific Confederation of Chemical Engineering) ini acara nyangkruk nya engineer teknik kimia se-Asia Pasifik yang pasti bukan di warkop Keputih hehe. Di salah satu sub event nya ada lomba Chem-E-Car yang memediasi mahasiswa dalam berkarya diranah chemical engineering untuk mendesign prototype mobil yang digerakkan oleh energi yang berasal dari reaksi kimia. Here we go!

map

Berbeda setahun yang lalu, kali ini flight menuju benua kangguru dilakukan malam hari, dini hari malahan. Biasa, pasti nyari tiket murah. Flight pukul 00.15 WITA, Asia X-flight take off dari bandara Ngurah Rai, Bali. Udah ga bisa ngapa-ngapain di pesawat selain tidur dan tidur. Seminggu terakhir pol-pollan nyiapin keperluan keberangkatan. Padahal sudah dirange jauh-jauh hari untuk segala keperluan tapi tetap aja injury time baru kelar semuanya. Hibernasi berakhir waktu jidat ku mulai kerasa perih kebentur dengan kursi penumpang di depan. Oh ya, aku tau kenapa kita dapat tiket yang lumayan murah. karenaaaaa….. kita duduk di kursi yang paling belakang! paliiiinnngg belakaaaaang… Jadi dari urutan depan itu isinya bule semua, dibaris belakang muka-muka indo -,- bodo amat wis yang penting nyampe.

Yepyeep, touchdown! nyampe di Melbourne International Airport sekitar jam 7 waktu setempat. Alhamdulillah lagi-lagi hubungan alumni ITS yang sangat erat memudahkan seluruh kegiatan kami di Melbourne. Pagi itu ternyata sudah 2 jam pak Dicky menunggu kedatangan Spektronics. Sebenarnya flight kita on time tapi yang lama itu dibagian imigrasi nya, antriannyaa puaaaannjjjaaaanggg, beda banget waktu di Perth, mungkin karena Melbourne big city yang rame dikunjungi banyak orang. Oh ya, Pak Dicky adalah adik ipar nya Pak Ifan yang menjadi pendamping kami selama event Chem-E-Car APCChE 2015 kali ini. Berbeda dengan tahun lalu yang pendamping biasanya dari dosen pembimbing, tahun ini Pak Ifan selaku Kabiro Pendidikan dan Riset Ikatan Keluarga Orangtua Mahasiswa (IKOMA) ITS yang mendamping tim Spektronics. Berkat beliau kami dihubungkan dengan Pak Dicky dan Ibu Dina yang membantu kami dalam segala hal, baik penginapan, makan, minum, nyuci baju maupun transportasi selama di Melbourne.

Cuaca di Melbourne sedang fluktuatif, maklum lagi musim semi, temperatur bisa berubah dengan ekstrim dalam jangka waktu yang singkat. Jadi temperatur bisa berubah-ubah dari 30ºC sampe dengan 10ºC, ibaratnya dalam waktu yang sama kamu lagi panas-panasan di Surabaya langsung teleport ke Tangkuban Perahu hehe. Kota Melbourne dikenal sebagai “Ibukota Budaya Australia” karena merupakan pusat seni, perdagangan, pendidikan, hiburan, olahraga, dan pariwisata. Tak heran waktu di bandara tadi antrian keimigrasian berjejer panjang pendatang lokal maupun internasional untuk mengunjungi kota terpadat di Autralia dengan julukan “Batmania Bearbrass” ini. Fasilitas publik yang lengkap, pelayanan kesehatan yang mutakhir, sistem keamanan yang mapan, serta banyaknya lokasi wisata yang menarik membuat Melbourne menjadi kota pertama yang mendapatkan gelar Kota Paling Layak Huni di Dunia selama 5 tahun berturut-turut sejak 2011.

Setelah perjalanan kurang lebih 30-45 menit dari bandara, kami sampai di rumah Bu Dina. Kedatangan kami awalnya disambut oleh Bu Dina dan putra pertamanya, Ananda. “Alhamdulillah nyampe juga ya kalian” senyum was was bercampur canda dari Bu Dina. Wajar aja beliau udah pesimis setelah H-3 dapat kabar kalau email pengurusan visa yang kami kirim ke Australian Embassy itu gagal terkirim gara-gara over attachment capacity -_____- sudah sudah, lupakan tragedi itu. “Pak Joko masih di luar, ke pameran animal tadi sama Excel. Monggo mas mbak monggo masuk.” Sip, alhamdulillah lagi-lagi alumni ITS memberi banyak kontribusi untuk kampus yang dulunya membesarkan mereka. Bu Dina salah satu alumni Teknik Penyehatan ITS. Penyehatan? ahaha aku juga awalnya dengar nama jurusan itu yo aneh, kirain sejenis kedokteran atau perawatan gitu, tapi ternyata Teknik Penyehatan nama jurusan yang sekarang dikenal Teknik Lingkungan ITS. Cerita punya cerita ternyata hari ini hari ulang tahun nya Pak Joko, jadi waktu kita nyampe Ibu Dina lagi nyiapin surprise untuk suami tercinta, sederhana tapi sangat membahagiakan. Bu Dina udah nyiapin kue ulang tahun dan u know what? She cooked the holly indonesia food, Bakso! Yessh, cocok banget buat cuaca yang adem-adem gini, tentunya mereka juga sudah kangen makan bakso karena biasanya sehari-hari makan roti jarang banget nyentuh nasi. Yep, dibalik romantisnya surprise ulang tahun Pak Joko ternyata belum ada apa-apa nya kalau dibandingkan dengan kisah cinta Bu Dina dan Pak Joko. Jadi ceritanya beliau berdua sama-sama mahasiswa jurusan Teknik Penyehatan, ketemu nya waktu ngerjain Tugas Akhir (TA). Ah, kebayanglah gimana indahnya masa-masa itu, mengerjakan TA dengan lirikan mata saling pandang dan senyuman tersimpul malu, dibawah pohon sakura yang menggugurkan daun, dan ditemani semilir angin mamiri hehe. Ga sesenitron itu juga sih. Yuhuuu, yang pake kaca mata itu namanya Ananda, seumuran dengan kita. He’s also the next engineer, electrical engineer exactly. Sekarang lagi kuliah di Electrical and Electronics Department RMIT. Orangnya selalu happy dan akan selalu happy. Terakhir… itu ada yang nempel diantara Pak Joko dan Bu Dina. Excel! (gini kali ya tulisan namanya) si kecil, jauh banget sih umurnya kalau dibandingkan sama masnya.

Acara ulang tahun pak Jokowi berlangsung rame karena tentangga dan teman-teman Indonesia juga datang. Hari udah mulai sore, dan baru nyadar kalau kita belum check lokasi conference buat besok. Jadi dari panitia APCChE mewajibkan tiap tim ikut serta dalam conference mengenai dunia keteknik kimiaan. Bukan hanya dari mahasiswa saja namu conference itu diikuti oleh ratusan dosen, peneliti, serta engineer-engineer dari berbagai negara. So, biar Ratri dan Ryan ga tersesat besok paginya, kita harus menjelajahi Melbourne – setidaknya menuju ke Melbourne Convention and Exhibition Centre (MCEC) dulu deh – sore ini. Gogogogo!!

Ini pasukan kita: Ratri, Wisnu, Rama, Agung (alay kan pose nya), Nanda, dan Ryan. Masih nungguin bis, tapi sepertinya kita terlambat dan harus nungguin lebih lama. Rumah Bu Dina terletak di daerah Hoppers Crossing, sekitasr 26,5 KM dari Melbourne city. Untuk bisa nyampe kesana bisa menggunakan public transport, pake bis menuju Hoppers Crossing Train Station trus menuju ke city bisa turun di Flinders Street, dan buat ke MECC bisa pake tram. Sistem transportasi yang mutakhir menjadi salah satu alasan kenapa gelar Kota Layak Hidup mampu disandang Melbourne selama 5 kali berturut-turut. Untuk public transport pemerintah mengusung Public Transport Victoria yang menggunakan sistem Charge Cards yang berupa token isi ulang, yang dikenal dengan Myki. Sistem ini memudahkan masyarakat baik dalam hal pembayaran, jadwal, dan sinergisitas dari tiap-tiap alat transportasi. Public transport mencakup layanan bis, kereta, dan tram yang ada di Victoria, termasuk Melbourne. Salah satu kemudahannya adalah pemerintah membatasi pembayaran maksimal $8 perhari, jadi kalau udah make public transport dan myki nya udah habis 8 AUD, gratis pake public transport mau kemana pun seharian. Enak kan? Fyi dari Hoppers Crossing ke City naik train sekitar 1.4 AUD.

Karena kami terlambat sampai di halte bis tadi kami ketinggalan bis, bisa sih nungguin bis selanjunya tapi khawatir ga nutut waktu buat naik train yang sharusnya tadi, karena schedule dari puclic transport memang didesain saling berhubungan. Jadi penumpang yang baru turun dari bis bisa langsung melanjutkan perjalanan dengan train tanpa harus menunggu lama. So, nanda called his father and akhirnya kita dianter pak Joko sampe train station, kenapa ga dari awal aja pake mobil -,- Aku baru saja keluar dari mobil Pak Joko dan pamitan, tapi situasi berubah dengan cepat. Sulit untuk dipahami, Nanda dengan spontan berlari, tak sempat berbicara sepatah katapun. “Apa yang terjadi?” tak perlu jawaban aku sontak berlari, melihat sekelilingku orang-orang juga berlarian, saling pandang. Aku mendengar suara memenuhi train station ting tiing tiiingg tiiiing…… Dengus nafas tak bisa disembunyikan, kami panik. “Sial, Ayo buruan!!” teriak Nanda sambil berlari. Sambil memastikan Ratri tidak ketinggalan aku pun mulai paham, train sudah tiba. Kami harus menunggu di seberang rel kereta untuk melintas ke tempat pemberhentian kereta. Penyeberangan ditutup selama kereta melintas. “Lah terus kenapa harus lari-lari, toh trainnya juga berenti nungguin penump…” belum sempat menyelesaikan pertanyaan, pembatas penyeberangan rel dibuka. Semua orang berlarian “Ayoo ayyooo” lagi-lagi Nanda teriak berlari meninggalkan kami yang kebingungan. Sambil berlari Nanda mastiin kita untuk ngeluarin myki, “Myki? hee? setau ku kita punya cuma 5” Sampai di seberang, terlihat antrian beberapa orang yang memegang myki dan menempelkan nya di suatu mesin entah apa lagi itu. Yah gimana dong, kita cuma punya lima. “Ayo touch on” Nanda terlihat panik sambil merhatiin train. “Lah ini kok ga mau, diapain ini?” semua mulai panik. belum sempat semua myki di-touch on-kan pintu train mulai tertutup “UDAH BIARIN AJA, AYO BURUAN MASUUUKK!!!” pontang panting kami berlari masuk ke train menyisakan suara ngos-ngosan nafas sambil diliatin bule-bule, heran.

Perjalanan Hoppers Crossing-Melbourne diisi dengan ketawa ngakak nginget kejadian di train tadi. Ternyata kegoblikan kami belum berakhir. Sesampai nya di Flinders Street Train Station kita perlu touch off kan myki yang kita gunakan sebagai tiket perjalanan. Yep, benar sekali. Myki kita cuma 5, ada 2 orang yang ga bisa keluar. Ckckck. Belum satu hari di sini udah nyari masalah. Kita pasrah, di depan gate keluar udah nunggu bapak-bapak security. Fyi denda pelanggaran public transport yang tidak menggunakan myki sekitar 70 AUD, habislah sudah. Akhirnya tanpa bersalah aku touch off kan myki punya ku. Trus aku kasi agung biar dia ga ketahuan ga bawa myki. Ternyataaaa…. ternyataaa.. ternyata ga bisa kebuka gate nya -,- selamat tinggal teman-teman, selamat terkurung di penjara, selamat dideportasi ke indonesia~ “We got trouble on this one” Nanda langsung gercep nunjukin myki waktu security datang karena melihat antrian di depan gate. “Let me try” dicoba nya sekali “hhmm…” dicobanya lagi “Oooh, No worries.” akhirnya security itu membuka gate dengan myki yang ia punya dengan muka heran. Kita saling pandang dan…. huh.

Akhirnya kita sampai dengan selamat dan harus dipenjara satu orang pun hehe. Yop, Melbourne memang kota yang indah. Di sudut kota masih terjaga bangunan artistik tua. Tak jarang juga bangunan tua itu selalu digandengkan bersebelahan dengan bangunan minimalis tren design saat ini. Wajar saja Melbourne masih menyimpan nuansa klasik dan neo klasisme, setiap nilai artistik bangunan tua pada umumnya dibawa oleh penjajah jauh sebelum Melbourne berdiri. Lihat saja bangunan kuning kecoklatan ini, Flinders Street Railway Station, yang sudah berumur 161 tahun sejak berdiri pada 1854. Pada tahun 90-an gedung ini menjadi stasiun penumpang tersibuk di dunia.  Kemegahan nya masih terasa hingga saat ini meski harus bergandeng dengan bangunan modern lainnya.

Tak kalah menyimpan sejarah, St Paul’s Cathedral, berada tepat diseberang  Flinders Street Railway Station. Bagunan ini sudah berumur 124 tahun berada tepat di jantung kota Melbourne. Masih terjaga dan terawat dengan baik, dan berhasil memberikan goresan gaya arsitektur gothik di tengah modernisasi bangunan-bangunan di sekelilingnya.

Yep, pelarian kita yang awalnya hanya untuk survey lokasi conference besok dibayar mahal dengan pemandangan kota Melbourne di malam hari. Melbourne Convention and Exhibition Centre terletak tepat di pinggir Yarra River. Sungai terbentang sepanjang 240 KM melalui kota Melbourne ini bermuara di Port Phillip Bay. Yarra River merupakan ikon penting bagi Melbourne dan di sepanjang aliran sungai ini telah dibangun Melbourne Park, Royal Botanical Gardens, Melbourne Cricket Ground, Crown Entertainment Complex, Arts Centre, Melbourne Exhibition and Convention Centre, Melbourne Aquarium, Federation Square, Melbourne Park Sport Venue, Olympic Park Sports Venue, selain itu sungai ini merupakan aset alami Melbourne juga merupakan sumber penghidupan warga Melbourne karena 70% dari air yang digunakan masyarakat berasal dari sini. Malam ini kami diberikan kesempatan menikmati keheningan sungai Yarra yang selalu menentramkan hiruk-pikuk kesibukan kota Melbourne sepanjang hari.

Perjalanan malam ini ditutup dengan mengencangkan jaket dan sesekali menghembus telapak tangan. Malam semakin gelap udara semakin dingin, namun pengalaman selalu memberi kehangatan. Melbourne Night Escape.

Leave a Comment

Arti Pertemuan

Pernahkah kita sadari setiap waktu nya kita tak lepas dari pertemuan.

Sering kita bertanya kenapa kita dipertemukan dengan seseorang? Lupakan dulu waktu yang diberikan Tuhan untuk mengenalnya, itu rahasia. Entah ia  untuk sementara ataupun untuk selamanya. Sering kita bertanya kenapa harus bertemu dengannya, lucu ya dia, oh ternyata dia orang nya seperti itu, haha koplak ya anak itu. Ya, penilaian kecil yang selalu muncul setelah kita bertemu dengan seseorang, pertemuan.

Mencari arti kehidupan sama halnya kau mengenang perjalanan hidupmu. Membuka lembar usang yang telah kau simpan dengan rapi, menelan pil pahit yang telah kau sembunyikan di almari, tak jarang kau juga merajut senyum disetiap keping masa lalumu. Ya, masa lalu.

Bagiku tak ada masa lalu yang kelam, yang ada hanya aku yang telalu terpaku dari sisi keburukan. Orang yang pergi juga bukan berarti menghilang, aku tau pasti. Oh ya, untuk mu pengamat dalam diam, percayalah, semoga firasatku benar.

Bagiku tak ada orang yang membenci, yang ada hanya aku yang terlanjur membuat sakit hati. Cara menyikapi juga berbeda, ada yang mengadu otot dan selalu ngotot, dan juga ada yang memilih diam dan perlahan memendam.

Tidak selalu orang lari dari sesuatu karena ketakutan atau ancaman. Kita juga bisa pergi karena kebencian, kesedihan, ataupun harapan.

Sejatinya sebuah perjalan hidup adalah cara kita mempelajari setiap momen di selang lahir dan mati. Tak pernah seorang pun tau bagaimana perjalanan hidupnya, sehari kedepan, atau pun sedetik kedepan. Kita hanya dititipkan dengan siapa kita akan bertemu, momen apa kita dipertemukan, dan apa arti dari sebuah pertemuan.

Kadang kehidupan takkan pernah tau akan bertemu dengan siapa dalam hidup ini. Orang-orang datang silih berganti, ada yang menjadi bagian penting, ada yang segera terlupakan.

Leave a Comment

Bola Salju

Seorang pemuda berangkat kerja di pagi hari. Memanggil taksi dan naik.

“Selamat pagi Pak” katanya menyapa sang sopir taksi terlebih dahulu.

“Pagi yang cerah bukan? Sambungnya sambil tersenyum, lalu bersenandung kecil.

Sang sopir tgersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dengan senang hati ia melajukan taksinya.

Sesampai di tempat tujuan, pemuda itu membayar dengan selembar 20ribuan, untuk argo yang hampir 15 ribu.

“Kembaliannya buat Bapak saja. Selamat bekerja Pak” kata pemuda dengan senyum.

“Terimakasih” jawab Pak sopir taksidengan penuh syukur. “Wah, aku bisa sarapan dulu nih” pikir sopir taksi itu. Dan ia pun menuju ke sebuah warung.

“Biasa Pak?” tanya si mbok warung.

“Iya biasa, nasi sayur… Tapi pagi ini tambahkan sepotong ayam ya” jawab Pak sopir dengan tersenyum.

Dan ketika membayar nasi, ditambahkannya seribu rupiah “Buat jajan anaknya si mbok” begitu katanya.

Dengan tambahan uang jajan seribu, pagi itu anak si mbok berangkat ke sekolah dengan senyum lebih lebar.

Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini dan diberikannya pada temannya yang tidak punya bekal.

Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu…

Begitu juga keluarga si mbok…

Teman-teman si anak…

Keluarga mereka…

Semua tertular kebahagiaan…

Begitulah indahnya kebaikan, ia bagaikan bola salju, bergulir dan selalu membesar.

“Sesungguhnya kebaikan akan mengundang kebaikan lainnya”

Leave a Comment