Skip to content

Muda Gila Logika

“Muda gila, muda membara”

Menjadi muda adalah pilihan kami. Mengumpulkan banyak pertanyaan dan mendadak menjadi jawaban segala pertanyaan.

Malam ini kami muda. Duduk dengan jeans jahitan setengah terbuka. Bicara logika-logika, yang sana bilang apa yang sini merasa bijaksana. Lingkar mata mulai menghitam. Ketika yang tua mulai bercengkrama di ruang tidur, kami membuka bicara.

Dia yang benar! 

Yang benar saja?! Bukan dia!

Tapi menurutku lebih baik begini saja.

Kau gila?! 

Ya, kami muda. Kami tak kenal kantuk, tak kenal angin malam. Siap berteriak lantang di gelap malam. Tak kunjung usai dengan dengan asumsi dan logika. Dan beranjak turun saat ayam jantan terjaga.

Kau tau apa yang membuat lapak ini tak pernah usai? Ya, kita muda kita miskin pengalaman berharga. Semua kesimpulan bergerak dengan asumsi, ditambah lirikan mata yang menyakinkan, dan sedikit nada penekanan. Sisanya hampa.

Saat pagi siap bergerak bersama pemuda, tak satu pun yang menyingsingkan lengan kemeja. Ah, kita kan belum tidur saban hari.

Published inMy Blog

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *