Skip to content

Ciiiee udah Sempro

Tak jarang kita memperhatikan postingan horor teman teman mahasiswa akhir yang akan menghadapi seminar proposal, keluh kesah-nervous-sampe curhat online pun jadi postingan. Mungkin memang bawaan skala ke-horor-an tiap-tiap universitas dan jurusan berbeda. Tapi sepanjang pengamatan ku dua hari ini, ritual itu di Teknik Kimia ITS tidak sehoror yang postingan-postingan tadi. Jauh lebih kalem dan bersahabat. Justru atmosfer sidang pabrik jauh lebih gaduh.

((jauh lebih gaduh))

I got the first day for sidang Seminar Proposal, dijadwal pukul 11:00 WIB. “Dibuat cepat saja” pesan Prof. Arif ke anak bimbingnya. Alhasil sidangku maju setengah jam lebih awal. Yep, tahun ini ada yang beda soal sidang seminar proposal. Biasanya pelaksanaannya dilakukan serentak dan dosen penguji diacak oleh Jurusan Departemen Teknik Kimia, tapi sekarang diadakan per lab dan penguji juga internal dosen lab jika mencukupi jumlahnya. Ada juga loh lab yang cuma dua dosen, jadinya import dosen penguji dari lab lain. Tapi karena Lab Teknologi Biokimia punya tiga profesor (Prof. Arif Widjaja, Prof. Tri Widjaja, Prof Setiyo Gunawan (tapi beneran beliau juago kayak prof kok) dan Pak Hakun jadinya kita gak perlu lagi dosen import. hehe

Btw aku gak bakal cerita banyak tentang horornya sidang seminar proposal kok, tapi lebih banyak ngomongin tentang penelitian yang bakal dijadiin skripsi atau tugas akhir. Ciiee udah mau wisuda aja. Judulnya: “Pemurnian Senyawa Trigliserida dari Minyak Nyamplung (Calophyllum inophyllum) dengan Proses Continous Countercurrent Extraxtion ” Ajib ya judulnya.

Jadi ceritanya Nyamplung itu adalah tanaman jenis magrove yang banyak tumbuh di Indonesia. Hampir seluruh bagian dari tanaman ini bermanfaat:

  • Kulitnya bisa digunakan untuk obat analgesi, antiplassmodc, obat disentri, anti gonorrhea dan juga mengandung tannin
  • Daunnya dijadiin obat luka tore, luka lecet, jerawar, dan mata bengkak
  • Trus ternyata getah tanaman nyamplung digunakan untuk berburu
  • Akarnya bisa menjadi obat bisul dan ophtalmia
  • Nah ini nih, buah nyamplung mengandung kadar minyak yang tinggi

Fokus penelitian ini lebih ke bagian minyak nyamplung, bagaimana cara kita memurnikan trigliserida dari crude minyak nyamplung hingga kadar yang diinginkan (biasanya diatas 98%) dan menurunkan nilai Free Fatty Acid (FFA) atau bisa disebut asam lemak bebas sampai dibawah 0,3%. Oh ya trigliserida itu salah satu jenis penyusun lemak nabati yang mengandung energi tinggi yang biasanya dikonsumsi oleh tubuh. Kalau FFA itu justru dihindarkan karena bisa berbahaya bagi kesehatan. Sebagai syarat edible oil atau minyak yang layak dikonsumsi, nilai FFA harus lebih rendah dari 0,3%.

Sebenarnya penelitian untuk memurnikan trigliserida dan menurunkan FFA pada minyak nyamplung sudah beberapa kali dilakukan, akan tetapi penelitian tersebut masih menggunakan sistem batchwise. Nah, itu makanya kenapa kok judul penelitian ku menggunakan kalimat “dengan proses continuos contercurrent extraction”. Artinya sistem ekstraksi dilakukan secara kontinyu dan arah aliran solvent saling berlawanan. Riset sebelumnya juga sudah menunjukkan hasil yang cukup signifikan dengan kadar trigliserida 98,31% dan FFA 0,35%. Namun untuk keberlangsungan dan produksi massal perlu dikaji melalui sistem kontinyu karena lebih efesien (namun belum tentu efektif, makanya dilakukan riset ini biar tau result-nya lebih baik apa justru lebih buruk hehe). Gituuu. Ngerti gak?  😆

Metode pemurnian ini cukup mudah karena menggunakan prinsip polaritas. Senyawa trigliserida mempunyai ikatan nonpolar sedangkan FFA bersifat polar. Untuk menarik komponen polar (termasuk FFA) pada minyak nyamplung, digunakan pelarut polar pula, metanol. Sedangkan minyak nyamplung sebelumnya dilarutkan di pelarut nonpolar n-heksana agar trigliserida terdispersi sempurna dan meminimalisir untuk tertarik dipelarut polar. Karena campuran n-heksana dan minyak nyamplung mempunyai densitas yang lebih rendah maka dialirkan dari bawah kolom, sedangkan metanol dengan densitas yang lebih berat dialirkan dari atas kolom. Dengan perbedaan densitas tersebut,  larutan akan bergerak berlawanan arah: ringan ke atas, berat ke bawah. Nah, selama minyak dan kedua pelarut itu mengalir berlawanan arah akan terjadi perpindahan massa. Yang polar pindah ke polar, yang non polar lari ke non polar. Ya gitulaah kira kiraa, ngertikan yaa…

Dan… karena… ini… penelitian… pertama kalinya…. jadinya belum punya acuan, belum punya alat, dan belum tau mana yang benar mana yang salah haha. Tapi yang paling menantang bikin alatnya sih. Ini biokim serasa combo LTD-Thermo. Mungkin aku mulai ngerun sekitar bulan april (?) wkwk alatnya packed column gitu, ada sih di lab TK dan estimasi harga nya yaa puluhan juta sepertinya. Biarin deh Pak Gun yang bayar.

BTW aku seneng sih dapet penelitian yang beginian, big impact for people. Emang hampir semua penelitian itu pasti ada manfaatnya, tapi rata-rata penelian Pak Gun punya manfaat yang langsung dirasain sama orang banyak. Bayangin kalau risetku ini udah bener-bener kelar dan bisa sampai edible oil, krisis energi terutama bagian bahan baku minyak bisa diatasi. Soalnya secara penelitian minyak nyamplung sudah bisa digunakan untuk biodiesel tapi belum bisa dikonsumsi oleh manusia. Dan yang paling penting buah tanaman mangrove yang selama ini tidak dimanfaatkan sama sekali bisa menjadi berkah (:

Satu lagi penelitian Pak Gun yang keren abis itu yang fokusannya di daun nyamplung. Jadi ceritanya terdapat buanyak bioactive compound di daun nyamplung; xanthone, coumarin, dll (sepurane aku gak hapal hehe). Nah komponen-komponen itu tadi ternyata bisa menyembuhkan beberapa jenis kanker dan juga HIV! Jadi tugas kita sebagai chemical engineering gimana caranya mengisolasi (memisahkan; memperoleh) bioactive compound tadi dari komponen-komponen lainnya.

Udah yaa, kapan kapan ceritain lagi gimana perkembangan penelitian ini hehe mau ke robotika dulu liat mobil-mobilan. Sorry tulisannya berantakan belom dirapiin. byeee~~

Assalamulaikum!  😆

-Lantai Kamar. 07 Februari 2017 [21:34]-

Published inUncategorized

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *