Skip to content

Category: My Blog

Happy Eid Fitri

I couldn’t be happier than this moment to spend every single time flushs with family. Dengerin suara mama teriak teriak di dapur aja udah seneng banget, apalagi kalau teriaknya ngasih tau kalau sate padang yang mama bikin udah ready buat dibantai haha. Mama seperti biasa selalu semangat buat ketemu anak anaknya, nyiapin banyak stok makanan biar anaknya gak kepunan (ngidam) lagi kalau lagi merantau. Walaupun mama sempet keceplosan waktu liat hasil foto di hape ku “Ada yang kurang nih”

Leave a Comment

#TIL2 Bule Norak

I take a short flight to Jakarta and learn alot from this guys. Awalnya aku gak terlalu menikmati perjalanan kali ini karena baru balik dari kampus jam 1 malam dan belum packing sama sekali. Seat 23D, benar-benar tidak menarik. Aku langsung merebahkan badan, memasang seatbelt, dan memejamkan mata. Disisi kiri depanku aku perhatikan ada orang yang norak banget, soalnya udah mau flight tapi masih aja main gadget.

Leave a Comment

Faiz sudah lho, kamu kapan?

Jum’at, 26 Mei 2017.

17:12 Delapan menit sebelum Maghrib

Aku memarkirkan motor di teras kontrakan, sedikit terburu-buru melempar sepatu ke sembarang tempat. Iya, aku harus segera membersihkan diri, sebentar lagi adzan maghrib petanda tamu agung segera berkunjung.

Kamarku tepat di balik ruang tamu, berhadapan dengan kamar Faiz dan Adrian. Dari teras yang penuh dengan motor aku tau hampir semuanya sedang di kontrakan. Aku bisa mendengar suara Hadi, Adit, Acil, dan Agung sesekali di lantai dua, sepertinya tak mau kalah denganku menyambut tamu spesial kali ini. Faiz seperti biasa masih asik dengan laptopnya, kadang tertawa sendiri dengan headset di kepala. Adrian sepertinya masih bermain hp atau apalah di dalam kamarnya, pintunya tertutup. Bergegas ku lewati ruang tamu yang sedikit berantakan karena Obby dan Faris sudah beberapa hari menginap disana, mengambil kunci kamar di saku, dan segera meletakkan tas di sudut ruangan 3 x 3 meter itu.

1 Comment

Lurus dan Rapatkan Shaf

Minggu kemaren pertama kalinya gue ke gereja. Ternyata rame banget ibadah minggu pagi ya. Di depan gereja sudah berjejer rapi berbagai jenis mobil, bahkan satu jalan umum sengaja dialihkan sebagai lahan parkir jemaah. Tenang bro, gue cuma nyebarin brosur kok haha. Kita punya misi untuk nyebarin brosur suatu event yang targetnya bisa dibilang “kaum elit”. Nah menariknya, waktu kita dikasi job buat nyebarin dari pihak office netapin gereja kelas atas sebagai lokasi penyebaran brosur. Kita mah gak masalah, mau dimana aja ya ayuk. Alhasil kita nyamperin Gereja Kristen Indonesia (GKI) Manyar, Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Katedral, dan Gereja Bethany. Emang bisa dibilang gerejanya gede sih. Noh liat, udah kayak stadion sepakbola.

Leave a Comment

“Uang Panas”

Beberapa minggu ini aku intens komunikasi dengan Bu Linda IIEF (Indonesian International Educational Foundation). Bu Linda bilang kalau kantornya ditawari untuk menghandle acara seminar perkuliahan di Amerika dari agen Linden Educational Service. InsyaAllah acara akan diadakan tanggal 25 Februari 2017 di Sheratom Hotel. Nah, karena kantor IIEF cuma ada di jakarta jadinya Bu Linda minta tolong buat bantuin pra-acara termasuk perizinan, publikasi lalayeye.

Leave a Comment

Melukislah

Entah hari ini esok atau lusa, hari hari yang sudah kau lalui akan menjadi saksi dan selalu siap membela masa depan mu. Tak perlu lah kau sibuk bertanya-tanya akan apa yang disimpan untukmu esok, cukup warnai hari ini dengan warna yang terbaikmu. Berbagi cerahnya kuning pada senja yang kelam tidak sulit bukan? Yakin saja jingga yang muncul perlahan, bukan lagi kelam. Tapi aku bukanlah pemain tinta yang baik, selalu saja tertumpah sembarang warna di kanvas baru ku. Kadang ungu, kelabu, bahkan tak sengaja hitam tumpah begitu saja.

3 Comments

Oh man, they call me back!

Ceritanya tadi sore rame adek-adek SMA yang ikutan NOPEC (National Olympiad of Chemical Engineering)  lab tour ke beberapa laboratorium Teknik Kimia. Memang kegiatan NOPEC sudah lama menjadi annual event HIMATEKK FTI ITS untuk mempromosikan Departemen Teknik Kimia pada lingkungan sekolah menengah atas dan mengasah kemampuan siswa khususnya dibidang ke-teknikkimia-an.

Leave a Comment

(Bukan) Janji Joni

Hi!

Pernah kenal dengan Bapak yang salaman diatas? Bero, yang kanan bero, kiri itu belum bapak bapak wkwk. Yup, Prof. Joni Hermana, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Munculnya nama beliau di atmosfer kandidat calon rektor ITS saat pemilihan waktu itu cukup fenomenal. Bagaimana tidak, aku mengenal beliau dari sticker dan gantungan kunci “Janji Joni” di Pasar Jumat ITS. Bukan main, entah apa yang bisa menggerakkan mahasiswa mahasiswi berjejeran di sepanjang jalan Manarul membagikan info dan marchandise kandidat yang satu ini. “Sopo wong iki?” bodo amat aku lanjut membeli gado-gado.

Leave a Comment

Yok!

Menyadari kehidupan yang serba praktis era ini memiliki banyak sisi yang perlu kita amati. Teknologi menyederhanakan segalanya. Visualisasi benar-benar membungkam kuatnya kata-kata. Dulu, untuk pergi ke rumah teman saja aku perlu singgah beberapa kali ke sembarang simpang untuk bertanya, kalau-kalau sudah terlewat. Dari tanya-bertanya itu pula aku punya cerita, oh ternyata ini yang namanya desa dompas, oh ternyata disini tempat jual-beli ikan yang mama pernah cerita, oohh oooh… ini loh rumahnya. But technology builds tough wall! Jangankan mencari rumah teman, lintas kota lintas provinsi saja serasa tak perlu lagi turun sebentar bertanya alamat, ada googlemap kok! Tapi dibalik itu semua ada satu frasa dari perjalanan yang diam-diam hilang. Frasa tentang membangun cerita yang berdampak tak pada hilangnya nilai kepedulian. Kepedulian apa?

Leave a Comment

Kebahagian HQQ

Yang benar saja, di tengah hiruk pikuk kesibukan sehari-hari dengan ego sendiri-sendiri ternyata masih ada tangan-tangan tak dikenal berlomba-lomba berbagi kebahagian.

Tadi pagi, dengan notifikasi Line pukul 07:56, aku disadarkan kalo ternyata masih ada orang yang berbagi kebahagian tanpa harus menjadi spesial bagi orang lain.

“Assalamualaikum Rek. InsyaAllah hr ini aku mau ke kampus. Seandainya aku bwa sate kambing ada yang mau makan g ya?”

1 Comment

Single Traveling

Dari semua perjalanan yang aku pernah alami, single traveling menjadi perjalanan favorit ku sejauh ini. Dan juga hari ini, seperti selebrasi perayaan usai-sudah-semester-7 dalam versi maya, antara merayakan atau melarikan diri dari kebosanan perkuliahan yang tak berujung i take a flight to Jakarta. Kok bosan? entahlah aku pun bingung mendefinisikan sebenarnya aku itu semester 7 kuliah atau ngapain sih. Di kelas mungkin menyerap maksimal 17-21% dari apa yang disampaikan dosen, sisa waktu di kelas aku habiskan dengan ngobrol dengan teman, mainin handphone and ofcourse my daily-favorite-best activity at class: tidur.

2 Comments

GE Award Ceremony & Leadership Development Seminar

GE Award  Ceremony & Leadership Development Seminar that held on 20-21 October 2016 are series of event held by IIEF in order to develop leadership capability of GE Scholars by following outbond, several discussions with GE Leaders, and also awarding ceremony. First day, GE Scholar 2014-2015 are going to Campas Outbound at Sentul to do some activities, playing games, and taking light discussion. In this session we learn how to open and accustom ourself to people around, appreciate and thankful to each other, build strong team and work out together, and also putting trust above all. Moreover, conducive location and profesional trainer pursue us to catch the values.

Leave a Comment

Koma pun berarti

Well said, dari kemarin masih mikir-mikir udah ngapain aja sampai hari ini. Seharian cuma flashback selama 20 tahun sejak lahir udah ngelakuin apa aja, walaupun gak tua-tua amat cuma muka ya dikit boros tapi gak salah kan mulai menyusun target target yang ingin dicapai. Bukan lagi target kecil yang selama ini ya bisa dibilang sebagian besar untuk diri sendiri, tapi bukankah lebih baik orang lain juga merasakan
kebermanfaatan dengan hadirnya kita di sekitar mereka.

Leave a Comment

diam-perhatikan-pahami

Banyak yang bilang kalau belajar bukan semata menghabiskan waktu di depan kelas memperhatikan guru atau dosen berjam-jam sambil membolak-balik tumpukan kertas, tapi belajar sejatinya kita lakukan sepanjang waktu.

Sebagai mahasiswa ya jelas pasti aku selama ini mendefinisikan belajar ya saat menghadiri kelas-kelas yang membosankan, buku-buku tebal, dan sensasi menahan kantuk yang berakhir dengan scroll-scrol smartphone padahal gak ada notif sama sekali. Klasik. Tapi belakangan ini Alhamdulillah aku bisa merasakan sudut pandang yang jauh lebih luas mengenai arti belajar. Belakangan ini aku juga memahami, bukankah dalam proses belajar kita sebaiknya lebih banyak diamperhatikanpahami. Bukan sebaliknya: lantang-ingin diperhatikan-ingin dipahami!

2 Comments

Cie Galau

Untuk seluruh perjalanan yang pernah aku lewati

Apakabar?

Benarkah selama ini roda ku melaju kencang di badan-badan jalan?

Atau selama ini aku keliru yang mana simpang yang harus aku tentukan

Benarkah selama ini rodaku melaju kencang di badan-badan jalan?

Atau seharusnya tak perlu lah kencang, cukup ku sapa seluruh pedagang asongan

Leave a Comment

Bergegaslah!

Assalamualaikum (:

Beberapa minggu kebelakangan cukup membuat pola hidupku berantakan -,- kenapa ya padahal udah biasa hectic sejak maba tapi ga tau kenapa semester ini rasanya underpressure dan uncontrolled. Parah.

Yang bener-bener kerasa itu kalau dikelas, hampir sama sekali ga bisa nyerap pelajaran AT ALL. Dateng, duduk, dengerin dosen, bosan, main hape, absen, pulang. Ga ngerti apa-apa. Mau jadi apalah aku kayak gini. Dan kau tau? ( <- gaya ngomong Adrian wkwk) AKU GAK BISA JAWAB KUIS PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI (PLI) SAMA SEKALI TADI SIIIAAANNGG!!!!! Aku cuma bisa nulis ulang pertanyaan ke kertas double folio, terus ga bisa jawab sumpaaah sumpaaah gatau itu nilai yang keluar apa ya. Seumur hidup ku nekad yo gak kosong gitu juga sih kalau kuis -,- zzzz yassaallaaaam ):

2 Comments

Prince Ea’s Message to World Education

Albert Einstein once said everybody’s a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree. It will live its whole life believing that it is stupid. Today on trial we have modern day schooling. Glad you could come. Not only does he make fish climb trees but also makes the climb down… and do a ten mile run. Tell me school, are you proud of the things you’ve done? Turning millions of people into robots, do you find that fun? Do you reliase how many kids relate to that fish? Swimming upstream in class, never finding their gifts… Thinking they are stupid. Believing the are useless. But the time has come, no more excuses. I call school to the stand and accuse him of killing creativity! Individuality! And being intellectually abusive. He’s an ancient institution that has outlived his usaged.

No more common core, instead let’s reach the core of every heart in every class. Sure math is important, but no more than art or dance. Let’s give every gift an equal chance. I know it sounds like a dream, but countries like Finland are doing impressive things. They have shorter school days. Teacher make a decent wage. Homework is non-existent and they focus on collaboration instead of competition. But there’s the kicker boys and girls. Their educational system outperforms every other country in the world. Other places like Singapore are succeeding rapidly. Schools like Montessori. Programmes like Khan Academy. There is no single solution, but let’s get moving. Because while student maybe 20% of our population, they are 100% of our future. So let’s attend to their dreams and there’s no telling what we can achieve.

This is a world in which We believe. A world where fish no longer forced to climb trees.

-Lab Biokimia. 08 Oktober 2016 [11:56]-

Leave a Comment

Belum

Tentu saja saya sangat setuju membantu orang lain adalah sebuah kebaikan yang sangat teramat baik. Tapi rasanya kurang adil berbuat kebaikan namun dari diri sendiri belum juga baik. Pertanyaannya yang baru saja terlintas adalah berbuat baik ketika sudah baik atau berbuat kebaikan lah yang akan membawa kita menjadi lebih baik? Saya lebih setuju yang terakhir sih, karena saya yakin suatu kebaikan akan memanggil kebaikan yang lainnya. Terlepas engkau menjadi bagian langsung dari kebaikan itu atau pun bergerak dibelakang membawa kebaikan, itu pilihanmu. Yang terpenting dari sebuah pilihan adalah niat, niat yang baik.

Dari kegelisahan diri sendiri yang masih bertanya-tanya, sudah baik kah saya hari ini dan sudah berbagi kebaikan kah saya hari ini? Belum.

-Lab Biokimia. 06 Oktober 2016 [23:51]-

Leave a Comment