Skip to content

Catatan 2 September

Hari ini 2 September 2017.

Hari ini, satu tahun yang lalu. Di siang itu mama menelfon dengan suara terbata-bata, bercerita tentang tentang papa. Aku meminta untuk berbicara dengan Papa “Assalamualaikum Paaa”. Papa mendengar jelas salamku yang jauh di ujung pulau jawa, tapi aku hanya bisa mendengar samar-samar suara Papa yang tertahan tak ingin anaknya tau banyak kabarnya.

Hari ini, empat belas hari lagi. Wisuda anak kelima tapi Papa akan tidak benar-benar hadir, yang ada hanya buah hasil keringat pengorbanannya. Dalam diam Papa, aku tahu persis hampir setiap jengkal usaha semua untuk kelima anaknya. Dalam setiap hemat Papa, aku mengerti ada yang disisihkan untuk pendidikan kelima anaknya. Dalam setiap cerita Papa, selalu ada kisah anak-anaknya. Tapi untuk kisah yang satu ini, akan berbeda. Seberapa riuh pun nanti Graha saat kepalaku terpasang toga, akan ada satu sosok yang ku nanti-nanti kehadirannya.

Hari ini, satu hari yang lalu. Mama di Arafah menjalani puncak Haji, iya tanpa Papa. Belasan tahun menunggu, sisa satu tahun saja Papa menghadap Allah terlebih dahulu.

Hari ini, detik kapanpun itu. Pa, Adek rindu.

Published inMy Blog

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *