Skip to content

(Bukan) Janji Joni

Hi!

Pernah kenal dengan Bapak yang salaman diatas? Bero, yang kanan bero, kiri itu belum bapak bapak wkwk. Yup, Prof. Joni Hermana, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Munculnya nama beliau di atmosfer kandidat calon rektor ITS saat pemilihan waktu itu cukup fenomenal. Bagaimana tidak, aku mengenal beliau dari sticker dan gantungan kunci “Janji Joni” di Pasar Jumat ITS. Bukan main, entah apa yang bisa menggerakkan mahasiswa mahasiswi berjejeran di sepanjang jalan Manarul membagikan info dan marchandise kandidat yang satu ini. “Sopo wong iki?” bodo amat aku lanjut membeli gado-gado.

Sedikit wajar aku belum tau beliau, ternyata kandidat ter-eksis ini berasal dari fakultas jauh sana, FTSP. Beliau mendadak booming, dengan slogan apik tadi. Tapi dibalik riuh rendah dukungan mahasiswa, dengar-dengar ada gonjang-ganjing di kasta atas institusi ini. “Kehabisan orang hebatkah ITS ini? Kok bukan alumni ITS yang jadi rektor?” Aku kurang pasti kabar itu muncul sebelum atau sesudah Pak Joni ditetapkan sebagai Rektor terpilih. Heboh dapur Alumni ITS. Kebakaran jenggot para pimpinan. Sampai sampai terpasang spanduk yang kurang enak di gerbang keluar ITS.

Iya, doi tamatan ITB.

Justru ini yang mungkin beberapa dekade dinanti oleh masyarakat ITS, new role play. Selama ini pemikiran yang berkembang di masyarakat kita hampir selalu sama, “tahun lalu kan begitu” selalu saja adat lama dijadikan acuan. Memang benar adat dipilih karena cenderung membawa kebaikan, tapi perlu rasanya diberikan update ditengah kecangnya pacu globalisasi. Dan, taraaa~ here you Prof. Joni Hermana!

Apa aja sih yang udah dikerjakan beliau?

Apa ya, sebenarnya cukup sulit mencari tau kinerja Rektor karena pastinya bukan ranah kita untuk mengevaluasi hehe tapi tapiii, ini ada beberapa nih fakta sepanjang kepemimpinan beliau:

  1. Pembangunan Insfrastruktur yang Signifikan

Selama tiga tahun aku kuliah disini, baru di tahun ketiga kerasa beberapa pembangunan dan revitalisasi fasilitas di kampus ITS. Iya bener, ITS sangat minim dengan landmark coba aja amati instagram arek-arek ITS pasti jarang banget foto atau update di lingkungan kampus. Nah, sebenernya aku ragu sih Bunderan ITS yang baru itu dibangun saat kepemimpinan Pak Joni atau rektor sebelumnya, but i claim it as his work. Cukup signifikan sih menurutku dengan dibugarkan kembali bunderan ITS, cukup segar jadi welcoming icon bagi tamu yang datang. Btw, aku lupa dulu bunderan yang lama gimana ya.

Gerbang sisi belakang ITS juga di renovasi yang awalnya satu jalur menjadi dua jalur. Selain itu juga pertigaan menuju gerbang belakang yang sering kali terjadi kecelakaan sekarang dibangun bunderan kecil agar memilimalisir kejadian tersebut. Pembangunan ruang terbuka di pinggir danau ITS juga bagian dari gebrakan beliau guna meningkatkan kenyamanan di lingkungan ITS. Kalau teman-teman perhatikan di setiap blok-blok perumahan dosen, terdapat taman bunga yang menandakan nama blok perumahan tersebut. Jadi ada bunga-bunga yang tersusun membentuk “Blok-J; Blok U; Blok T; dan sebagainya” Gak penting sih, dan faktanya estetika emang di-tidak-penting-kan banyak orang hehe.

Oh ya hampir lupa, yang terbaru ITS launching bus kampus beberapa hari yang lalu. Keren kan, jadi kalau mager mau ke manarul naik bus kampus aja ehe ehe.

2. Ritme Baru Pengkaderan

Selama ini ITS memang dikenal dengan aroma pengkaderan yang kental. Mungkin karena gelar “Institusi Teknik” menjadikan ritual itu lebih sakral dan terkesan kuno. Pengkaderan yang biasanya dilakukan semester pertama pembelajaran mahasiswa baru, kali ini oleh Pak joni dirubah menjadi semester kedua. Tentu saja mas-mas kumisan di masing-masing jurusan gak rela mendengar keputusan ini “Yoopo seh, sakenake dewe gawe peraturan” Cieee masnya bingung gak ada mainan dedek dedek lucu. Iya, tujuan Pak Joni agar pengkaderan awal hanya saat Gerigi dan selanjutnya dipegang oleh UKM agar mahasiswa baru lebih membuka dan mengembangkan potensi diri. Game plan ini baru pertama kali digunakan di ITS. Bisa bilang ini trial bagi sistem pengkadera. Tentunya Pak Joni tak sendiri menghitung cermat keputusan ini, pasti banyak pertimbangan dan harapan. Gimana hasilnya? Kita lihat saja beberapa bulan kedepan (: Semoga hasilnya jauh lebih baik, agar kader ITS lebih mampu bersaing di tingkat global. Kalau memburuk? Semangat Pak cari racikan baru!

3. Prestasi Mahasiswa Meroket!

Hal yang selalu saya amati sebagai bagian mahasiswa kurang kerjaan yang nambah-nambah SKS diluar perkuliahan adalah support ITS dalam menunjang kebutuhan dan menyuntik semangat berprestasi kian hari kian meningkat. Dari dana pengajuan lomba sampai dengan reward bagi yang berprestasi selalu meningkat. Bukan hanya itu, yang lebih penting sebagai pimpinan tertinggi Rektor mampu turun gunung memberikan support moral secara langsung kepada mahasiswa yang akan bertanding. Tak jarang bahkan hampir setiap pelepasan tim delegasi ITS, Pak Joni selalu menyempatkan hadir dan memberikan wejangan yang membakar semangat mahasiswa ITS untuk berjuan maksimal.  Dan baru pertama kali ini saya melihat halaman facebook seorang rektor penuh dengan postingan support dan doa bagi mahasiswanya. Hasilnya? Gak perlu repot mencari kesana kemari, Pak Joni selalu update prestasi-prestasi ITS  🙂

4. ITS cinta subuh

Ini bukan dokumentasi shalat jumat loh, tapi ini gebrakan dari Pak Joni dan JMMI untuk menyukseskan gerakan Subuh Berjamaah mahasiswa ITS. Kalau tidak salah acara ini diadakan diserangkaian penerimaan mahasiswa baru, gerigi.  5000 jama’ah yang terdiri dari mahasiswa ITS dan masyarakat umum sekitar ITS menghadiri kegiatan ITS Cinta Subuh di Masjid Manurul Ilmi ITS.

5. Hilirisasi Karya

Saat pelepasan tim Spektronics di rektorat ITS bulan september lalu, Pak Joni dengan tegas menghimbau agar tim-tim yang aktif dalam berbagai kompetisi sebaiknya mampu berkolaborasi sehingga menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya nih, tim solarcell jago dalam pembuatan sel surya, trus tim sapu angin jago dalam efektifitas bahan bakar dan gaya gesek, tim spektronics (hayoo bisa apa), tim maritime challenge jago bikin kapal. Nah! Sudah saatnya kita tidak memikirkan kompetisi melulu, saat nya berkolaborasi! Kompetisi hanya memperebutkan gelar, kolaborasi bawa manfaat besar. Hilarisasi karya berarti bagaimana karya mahasiswa ITS yang awalnya digunakan untuk perlombaan atau hanya prototype tapi kini bisa diproduksi massal, memenuhi standar, dan bermanfaat bagi masyarakat. GESITS merupakan bukti bahwa karya mahasiswa ITS layak dan berdaya saing secara global. Motor listrik ini sudah diuji sepanjang pulau jawa-bali dan akan diproduksi massal pada semester II tahun 2017

6. Well power of words

Sering kali aku memperhatikan tulisan Pak Joni di sosial media. Beliau selalu menyampaikan fakta dan opini dengan runtut dan tegas. Penyampaian yang ia tulis seringkali berakhir dengan kesepakatan pembaca, entah jurus apa yang beliau gunakan. Tapi memang tak banyak orang mampu menyusun kata menjadi senjata, dan beliau mampu. Salah satu contohnya saat beliau mengkritik keputusan pencopotan Pak Dwi Soetjipto sebagai Direktur Pertamina ditengah prestasi perusahaan yang gemilang. Untuk yang belum baca bisa lihat disini.  Pak Joni juga punya beberapa buku karya nya. Tapi yang menarik ketika seorang profesor ternyata diam-diam mengumpulkan broadcast BlackBerry Messenger nya menjadi buku yang inspiratif dan sarat dengan nilai kehidupan. Walaupun belum selesai ku habiskan buku ini, tapi Pak Joni banyak memilih broadcast yang mengingatkan pembaca pada Allah, Ibu, Keluarga, good habit, dan pentingnya berbuat kebaikan.

 

Beberapa pencapaian diatas hanya sebagian kecil dari kinerja beliau, aku aja yang gak sanggup nulis lagi nahan ngantuk udah jam segini -___- Alhamdulillah bisa mengenal sekilas tentang Pak Joni, semoga hal positif dari beliau bisa diambil pelajaran bagi kita semua (haha udah kayak khutbah jumat, ngantuk bero)

Dan malam ini aku meminjam kata-kata Rofi Arga:

“Selesaikan urusan mu dengan Allah, maka biarkan Allah yang membantu menyelesaikan urusanmu”

Mungkin jauh jauh hari, Pak Joni meminjam kata-kata yang sama.

 

-Kasur. 09 Februari 2017 [00:40]-

Published inMy Blog

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *