Skip to content

Author: bdulkarim

“Jika kita belum mampu berlomba dengan orang shaleh dalam meningkatkan kebaikan. Sebaiknya berlomba dengan pendosa untuk memperbaiki diri, bertobat, dan membuat lebih baik lagi dalam kehidupan”

Leave a Comment

An-Najm

“Jadilah seperti An-Najm (bintang), ia berada di atas tapi cahayanya senantiasa tunduk ke bawah. Jangan seperti Ad-Dukhan (asap), ia berada di bawah tapi senantiasa ingin terlihat di atas”

-Ust. Adi Hidayat Lc. M.A.

Leave a Comment

Happy Eid Fitri

I couldn’t be happier than this moment to spend every single time flushs with family. Dengerin suara mama teriak teriak di dapur aja udah seneng banget, apalagi kalau teriaknya ngasih tau kalau sate padang yang mama bikin udah ready buat dibantai haha. Mama seperti biasa selalu semangat buat ketemu anak anaknya, nyiapin banyak stok makanan biar anaknya gak kepunan (ngidam) lagi kalau lagi merantau. Walaupun mama sempet keceplosan waktu liat hasil foto di hape ku “Ada yang kurang nih”

Leave a Comment

#TIL2 Bule Norak

I take a short flight to Jakarta and learn alot from this guys. Awalnya aku gak terlalu menikmati perjalanan kali ini karena baru balik dari kampus jam 1 malam dan belum packing sama sekali. Seat 23D, benar-benar tidak menarik. Aku langsung merebahkan badan, memasang seatbelt, dan memejamkan mata. Disisi kiri depanku aku perhatikan ada orang yang norak banget, soalnya udah mau flight tapi masih aja main gadget.

Leave a Comment

#TIL1 : A Kindness from far far away

Masih ingat dengan kisah Ibu Tambal Ban yang aku ceritakan tempo hari? Iya, untuk kalian yang sebelumnya pernah membaca tulisan saya di instagram maupun facebok dan matanya jeli pasti tau ada yang berbeda dengan ibu tersebut kali ini. Hari ini si ibu tidak lagi menggunakan daster robek untuk menutup kepalanya dan hari ini juga ban motor saya tidaklah bocor hehe.

2 Comments

Launching #TODAYILEARNED

Sebagai pengguna teknologi masa kini tentunya saya juga menjadi bagian dari “korban” media sosial yang banyak menghabiskan waktu dan energi untuk melihat lihat sisi fiktif kehidupan orang lain.  Padahal saya sadar bahwa apa yang saya lihat hanya lah bagian ena-ena~ nya saja hehe, bisa diliat toh perbandingan orang yang update story lagi makan di tempat mewah dan warung tepi jalan, lebih rame yang mana? Hayooo~  Dan lucu nya lagi saya sendiri sampai saat ini belum bisa menahan diri untuk tidak membuka berbagai media sosial disetiap hari. Duhduuuh.

1 Comment

Faiz sudah lho, kamu kapan?

Jum’at, 26 Mei 2017.

17:12 Delapan menit sebelum Maghrib

Aku memarkirkan motor di teras kontrakan, sedikit terburu-buru melempar sepatu ke sembarang tempat. Iya, aku harus segera membersihkan diri, sebentar lagi adzan maghrib petanda tamu agung segera berkunjung.

Kamarku tepat di balik ruang tamu, berhadapan dengan kamar Faiz dan Adrian. Dari teras yang penuh dengan motor aku tau hampir semuanya sedang di kontrakan. Aku bisa mendengar suara Hadi, Adit, Acil, dan Agung sesekali di lantai dua, sepertinya tak mau kalah denganku menyambut tamu spesial kali ini. Faiz seperti biasa masih asik dengan laptopnya, kadang tertawa sendiri dengan headset di kepala. Adrian sepertinya masih bermain hp atau apalah di dalam kamarnya, pintunya tertutup. Bergegas ku lewati ruang tamu yang sedikit berantakan karena Obby dan Faris sudah beberapa hari menginap disana, mengambil kunci kamar di saku, dan segera meletakkan tas di sudut ruangan 3 x 3 meter itu.

1 Comment

A good listener

A good listener is very nearly as attractive as a good talker. You cannot have a beatiful mind if you do not know how to listen.

A good listener shows that she or he is paying attention to what is being said.

A good listener respect the speaker.

A good listener shows that she or he is genuinely interested in what he or she hears.

A good listener gets value from what is heard and shows that she or he is getting value.

 

-Meja Belajar. 25 Mei 2017 [23:04]-

Leave a Comment

Aku kagum dan aku suka

Aku selalu kagum dengan mereka yang selalu bisa menahan diri. Selalu saja mengagumi saat mereka mencoba sekuat tenaga untuk tidak beragumen ditengah keramaian. Membiarkan pikiran dan logika nya bermain berdiskusi di dalam diri, menimbang-nimbang apa yang benar dan mungkin saja keliru benar. Memperhatikan keramaian dengan segala hiruk pikuk lemparan opini dan lebih memilih untuk diam mendengarkan tanpa harus menjadi pusat perhatian. 

1 Comment

Lurus dan Rapatkan Shaf

Minggu kemaren pertama kalinya gue ke gereja. Ternyata rame banget ibadah minggu pagi ya. Di depan gereja sudah berjejer rapi berbagai jenis mobil, bahkan satu jalan umum sengaja dialihkan sebagai lahan parkir jemaah. Tenang bro, gue cuma nyebarin brosur kok haha. Kita punya misi untuk nyebarin brosur suatu event yang targetnya bisa dibilang “kaum elit”. Nah menariknya, waktu kita dikasi job buat nyebarin dari pihak office netapin gereja kelas atas sebagai lokasi penyebaran brosur. Kita mah gak masalah, mau dimana aja ya ayuk. Alhasil kita nyamperin Gereja Kristen Indonesia (GKI) Manyar, Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Katedral, dan Gereja Bethany. Emang bisa dibilang gerejanya gede sih. Noh liat, udah kayak stadion sepakbola.

Leave a Comment

“Uang Panas”

Beberapa minggu ini aku intens komunikasi dengan Bu Linda IIEF (Indonesian International Educational Foundation). Bu Linda bilang kalau kantornya ditawari untuk menghandle acara seminar perkuliahan di Amerika dari agen Linden Educational Service. InsyaAllah acara akan diadakan tanggal 25 Februari 2017 di Sheratom Hotel. Nah, karena kantor IIEF cuma ada di jakarta jadinya Bu Linda minta tolong buat bantuin pra-acara termasuk perizinan, publikasi lalayeye.

Leave a Comment

Melukislah

Entah hari ini esok atau lusa, hari hari yang sudah kau lalui akan menjadi saksi dan selalu siap membela masa depan mu. Tak perlu lah kau sibuk bertanya-tanya akan apa yang disimpan untukmu esok, cukup warnai hari ini dengan warna yang terbaikmu. Berbagi cerahnya kuning pada senja yang kelam tidak sulit bukan? Yakin saja jingga yang muncul perlahan, bukan lagi kelam. Tapi aku bukanlah pemain tinta yang baik, selalu saja tertumpah sembarang warna di kanvas baru ku. Kadang ungu, kelabu, bahkan tak sengaja hitam tumpah begitu saja.

3 Comments

Oh man, they call me back!

Ceritanya tadi sore rame adek-adek SMA yang ikutan NOPEC (National Olympiad of Chemical Engineering)  lab tour ke beberapa laboratorium Teknik Kimia. Memang kegiatan NOPEC sudah lama menjadi annual event HIMATEKK FTI ITS untuk mempromosikan Departemen Teknik Kimia pada lingkungan sekolah menengah atas dan mengasah kemampuan siswa khususnya dibidang ke-teknikkimia-an.

Leave a Comment

(Bukan) Janji Joni

Hi!

Pernah kenal dengan Bapak yang salaman diatas? Bero, yang kanan bero, kiri itu belum bapak bapak wkwk. Yup, Prof. Joni Hermana, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Munculnya nama beliau di atmosfer kandidat calon rektor ITS saat pemilihan waktu itu cukup fenomenal. Bagaimana tidak, aku mengenal beliau dari sticker dan gantungan kunci “Janji Joni” di Pasar Jumat ITS. Bukan main, entah apa yang bisa menggerakkan mahasiswa mahasiswi berjejeran di sepanjang jalan Manarul membagikan info dan marchandise kandidat yang satu ini. “Sopo wong iki?” bodo amat aku lanjut membeli gado-gado.

Leave a Comment

Ciiiee udah Sempro

Tak jarang kita memperhatikan postingan horor teman teman mahasiswa akhir yang akan menghadapi seminar proposal, keluh kesah-nervous-sampe curhat online pun jadi postingan. Mungkin memang bawaan skala ke-horor-an tiap-tiap universitas dan jurusan berbeda. Tapi sepanjang pengamatan ku dua hari ini, ritual itu di Teknik Kimia ITS tidak sehoror yang postingan-postingan tadi. Jauh lebih kalem dan bersahabat. Justru atmosfer sidang pabrik jauh lebih gaduh.

Leave a Comment

Yok!

Menyadari kehidupan yang serba praktis era ini memiliki banyak sisi yang perlu kita amati. Teknologi menyederhanakan segalanya. Visualisasi benar-benar membungkam kuatnya kata-kata. Dulu, untuk pergi ke rumah teman saja aku perlu singgah beberapa kali ke sembarang simpang untuk bertanya, kalau-kalau sudah terlewat. Dari tanya-bertanya itu pula aku punya cerita, oh ternyata ini yang namanya desa dompas, oh ternyata disini tempat jual-beli ikan yang mama pernah cerita, oohh oooh… ini loh rumahnya. But technology builds tough wall! Jangankan mencari rumah teman, lintas kota lintas provinsi saja serasa tak perlu lagi turun sebentar bertanya alamat, ada googlemap kok! Tapi dibalik itu semua ada satu frasa dari perjalanan yang diam-diam hilang. Frasa tentang membangun cerita yang berdampak tak pada hilangnya nilai kepedulian. Kepedulian apa?

Leave a Comment

Kebahagian HQQ

Yang benar saja, di tengah hiruk pikuk kesibukan sehari-hari dengan ego sendiri-sendiri ternyata masih ada tangan-tangan tak dikenal berlomba-lomba berbagi kebahagian.

Tadi pagi, dengan notifikasi Line pukul 07:56, aku disadarkan kalo ternyata masih ada orang yang berbagi kebahagian tanpa harus menjadi spesial bagi orang lain.

“Assalamualaikum Rek. InsyaAllah hr ini aku mau ke kampus. Seandainya aku bwa sate kambing ada yang mau makan g ya?”

1 Comment