Skip to content

54 Tahun yang Lalu, Bidadari Titipan Allah Turun Ke Bumi

Dini hari yang mulia ini aku ingin bercerita banyak tentang sosok yang insyaAllah juga dimuliakan Allah SWT, sangat luar biasa dan tidak mungkin ada duanya.

Mama.

Bagi seorang anak bungsu dari lima bersaudara mungkin sudah lumrahnya aku bakal “nempel” trus ke mama. Ya wajar saja, dengan jarak rata-rata dua tahun antara setiap anak jadinya waktu aku kecil kakak dan abang sudah lumayan gede. Mungkin malu kali ya mau saingan sama aku buat nempel ketiak mama atau udah expired buat manja ke mama hehe :p

Mama bagiku adalah wanita yang paling kuat seantero dunia. Bagaimana tidak, sejak kecil belum genap dua tahun usiaku mama udah mengajak ku menyaksikan ketangguhannya. Aku yang masih belum banyak tahu waktu itu hanya bisa duduk dipangku mama di dalam bis tujuan Pekanbaru-Bukittinggi. Masih segar dipikiran ku, kami harus pagi-pagi sekali bersiap dari rumah agar bisa menaiki mini bis Sarana Expres sebelum bisa tiba di Pekanbaru sore hari dan melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi menjelang maghrib. Dini pagi atau justru esok pagi aku yang sudah sejak tadi terlelap dibangunkan mama, “Sudah sampai di rumah Nenek” Tujuan utama perjalanan panjang yang mama dan aku lewati bukanlah untuk bertemu nenek di Bukittinggi, tapi mama harus segera pagi itu juga menuju Pasar Aur Kuning. Ya, mama memang sejak dulu menjual berbagai macam pakaian yang berasal dari Bukittinggi. Pernah sesekali kami anaknya bertanya
“Mama kenapa jualan baju? Kan mama udah jadi guru?”
“Kalau mama gak jualan gak mungkin cukup buat biaya sekolah kalian berlima” Jawab mama sambil menyusun baju jualan di ruang tamu rumah yang selalu bertebaran di lantai.
Dan perjalanan pulang Bukittinggi-Pekanbaru-Sungai Pakning selalu menjadi perjalanan yang ku ingat. Aku selalu duduk di atas karung goni berisi baju belanjaan mama, sesekali penumpang atau kernet bahkan sopir memandang lucu melihat aku di atas tumpukan karung-karung baju. Sejak ingatan itu pertama kali terbentuk hingga hari ini, mungkin sudah 20 tahun lamanya, semangat mama untuk berjualan masih sama. Karena ambisi mama masih sama,untuk anaknya sekolah (:

“Mudahkah bagi seorang mama membesarkan anak-anaknya?” Mungkin saja bagi sebagian orang mudah. Oke aku ganti pertanyaannya.

“Mudahkah bagi seorang mama membesarkan lima orang anaknya?” Hhmm.. 5 orang anak ya, mungkin lumayan berat bagi sebagian orang. Wait, satu kali lagi.

“Mudahkah bagi seorang mama membesarkan lima orang anaknya hingga menjadi seorang dokter di Rumah Sakit, seorang dokter di Perusahaan, seorang Supervisor Apoteker di Perusahaan BUMN, seorang Engineer di Perusahaan Multinasional, dan (ini nih yang agak cupu dikit) seorang Mahasiswa Engineering tahun akhir (yang masih minta uang jajan hehe)?” Gimana gimana? hehe

Di tengah kesederhanaan yang kami miliki, mama dan papa selalu memberikan hampir semua yang mereka punya untuk sekolah anak-anaknya. Sejak kecil kami tak pernah diajari untuk membeli mainan, tak pernah dibiasakan belanja jajanan, dan jarang sekali berlibur untuk bersenang-senang. Awalnya aku pernah merasa bosan atau berpikir kenapa mama papa pelit sekali untuk kesenangan anak-anaknya. Pikirku benar-benar salah, justru papa mama menyiapkan kesenangan yang lebih pasti untuk kami. Berbeda dengan kesenangan sementara berupa mainan, jajanan, dan liburan, mama dan papa selalu totalitas mengucurkan hampir semua uang yang dimiliki untuk sekolah anaknya. Misalnya nih, untuk baju sehari-hari (karena aku anak bungsu yang punya dua orang abang cowo) biasanya aku selalu menggunakan baju bang rasyid dan bang alim yang sudah kekecilan bagi mereka (baju baru juga ada dong), tapi untuk sekolah mama pasti beliin aku baju seragam sekolah yang baru. Begitu juga keperluan sekolah lainnya seperti tas, sepatu, buku, asalkan untuk sekolah mama dan papa siap melakukan apa aja.

Hal terhebat dari mama adalah doa. Hampir setiap kali aku akan mengikuti tes atau wawancara ataupun akan mengikuti perlombaan, aku pasti menghubungi mama untuk meminta doa. Biasanya mama sih meresponnya biasa aja (mungkin udah keseringan minta didoain) tapi bisa dijamin besok hari nya mama dan papa bakal puasa dengan niat untuk memudahkan urusanku dihari itu. Selalu. Selain itu juga kebiasaan mama yang gak bisa tidur lama-lama, ya paling lama 4 jam sehari, membuat mama mudah terbangun tengah malam. Bisa dipastikan juga kalau aku kadang begadang di rumah nonton atau main game, pasti sekitar jam 2 atau jam 3 gitu mama bangun buat shalat tahajud. Keren. Dan alhamdulillah banyak hal yang tak terduga dan kemudahan yang datang dari Allah kepada kami anak-anaknya. Yang kami pikir tidak mungkin menjadi mungkin, yang kami kira tidak sanggup menjadi sanggup. Oh ya, yang keren lagi baru-baru ini aku ngerasain efek doa mama begitu cepatnya. Beberapa minggu yang lalu aku sempat demam dan batuk-batuk cukup lama di rumah, trus sudah berkali-kali ganti obat tapi masih kerasa pilek dan batuk. Karena harus kembali ke Surabaya buat kuliah walaupun belum sembuh, ya dipaksain aja. Pagi sebelum balik mama ngisiin botol air minum ku, “Itu diminum air di botol Adek ya, InsyaAllah sembuh” Waktu menuju ke bandara sampe nunggu di waitingroom aku sama sekali belum minum air yang dikasi mama, setelah boarding menjelang takeoff aku ambil botol minum tadi sambil niatkan minta kesembuhan. Dan Alhamdulillah saat landing di bandara juanda demam, pilek, batuk yang udah berminggu-minggu hilang clliiinggg~ (alay cak). Trus malam harinya aku telfon mama nanyain air tadi “Oh itu air minum biasa, cuma waktu malam tahajud mama niatkan air itu buat nyembuhin adek sambil baca surat Al-Mulk juga.” Amazing (:

Selain jadi seorang ibu yang hebat, mama juga mengajarkan bagaimana menjadi seorang kakak yang baik bagi adik-adiknya. Aku masih ingat waktu itu rumahku disulap menjadi bengkel elektronik dadakan. Ya, mama mengajak adiknya untuk membuka usaha di Sungai Pakning. Mama sama sekali gak pernah keberatan ataupun repot dengan kehadiran adik-adiknya di rumah, padahal mama papa sendiri masih punya banyak tanggungan anak-anaknya. Lihat saja ruang tamu yang dulunya rapi berubah menjadi tumpukan tv, radio, mesin cuci, dan benda asing lainnya yang terkadang membuat kesal aku karena terinjak membuat kaki ku luka. Setiap bertemu temannya, mama selalu mempromosikan usaha dari adik-adiknya. Tak jarang juga Mama mendatangi tetangga sekitar dan tokoh masyarakat agar mengakrabkan adiknya dengan lingkungan sekitar. Dan bahkan saat mendirikan bangunan toko pertama kalinya, mama lah orang yang paling sibuk mencari tau ini itu, bertemu dengan orang ini itu, mengurus izin ini itu, sampai menjadi sales marketing dadakan agar usaha adik-adiknya berjalan lancar. Alhamdulillah perlahan usaha om tante mulai berkembang pesat, mereka sudah mulai membuka toko sendiri dan sudah berkeluarga, hal yang selalu ku ingat sejak merintis usaha mereka adalah saat aku dengan semangatnya setiap sore aku bersepeda mengantarkan kopi, teh, kue, dan gorengan yang mama siapkan untuk om-om di toko. Dan mama melakukannya hampir setiap hari.

Momen favorit ku dengan mama adalah di pagi hari. Mama selalu datang ke kamar anak-anaknya untuk membangunkan kami. Sambil bermalas-malasan di kasur aku bisa mendengar suara mama teriak-teriak di dapur menyuruh kami bangun sambil membuat sarapan. Bunyi kompor dan wajan tak tung kluntang tak jjeess~ bersahut sahutan dengan suara mama yang semakin lama semakin panik melihat anaknya belum juga bangun dan kalau sudah begini biasanya mama akan nyamperin ke kamar trus ngomel-ngomel lamaaaa sambil narik-narik anaknya buat mandi (ampun ma hehe) Dan seperti biasa, setelah selesai mandi bisa dipastikan sarapan pagi udah ready di meja makan, setiap pagi. I miss that momen when i already at dorm on High School and college right now.

Mama orang nya gak bisa diam. Paling gak bisa duduk cantik di rumah, pasti ada kerjaannya. Did you know mama gak cuma suka ngerjain kerjaan rumah seperti masak, nyuci, nyapu, ngepel aja loh. Lebih dari itu mama juga hobi bertukang hehe mama bisa kok gergaji papan toh aku sering nemenin mama buat perbaiki pagar samping rumah. Mama juga bisa make palu buat benerin dinding-dinging rumah yang rusak. Sering juga bersihin halaman belakang rumah pake parang atau cangkul. Tau alat semprot hama buat meracun rumput? Nah mama juga jago makai tuh alat. Waarbyasaaaahh. Mau percaya atau enggak, mama juga bisa ngaduk semen buat ngecor jembatan didepan rumah loh! Bener-bener bikin aku geleng kepala kalau liat mama kerja, jago banget! PS: Kalau yang masih belum percaya, coba deh liat tuh tangan mama kekarnya gak ada lawan hehe

Sejak awal aku menulis tulisan ini, aku berusaha terus mengingat-ingat. Kapan ya aku dicubit mama? Masa sih senakal itu waktu ku kecil sama sekali mama ga pernah marah sampe cubit atau menjewer telingaku? Sama sekali aku gagal mengingat, mungkin karena memang aku mama tak perlu melakukan itu untuk mendidik kami. Mama selalu punya cara untuk mendidik kami. Mama papa tak pernah memaksa anaknya untuk ini itu, tapi mama papa selalu ada waktu kami butuh ini itu. (: Oh ya, dari kecil mama udah punya cara yang bijak dalam mendidik anak-anaknya. Misal nih kita kalau udah maghrib pasti disuruh ngaji dan TV juga pasti dalam kondisi mati sampe dengan jam 9 malam. Dari setelah maghrib itulah waktu kami belajar di rumah, ngerjain PR dan tugas dari sekolah. Biasanya kami ngerjain tugas didepan TV yang gak nyala sama sekali, Bang Rasyid tuh biasanya belajar di pintu ruang tengah hobinya di tengah jalan sampe ketiduran. Sambil bungkusin kerupuk yang di ruang tengah mama mastiin anak-anaknya belajar setiap malam. Spesial untuk malam minggu kami bisa nonton TV tanpa harus menunggu jam 9 malam hehe.

img-20160711-wa0004-1

Ini nih beberapa fakta unik dari mama hehe 😀

1.Tau kah kamu? Dulu mama punya cita-cita buat jadi dokter loh. Allah gak ngabulin doa mama, tapi diganti dengan dua orang anak yang sekarang sudah menjadi dokter. Yeeaayy. (NB: mama juga maunya menantu dokter wkwk gak deng )

2.Bagian yang paling mama sukai dari lauk ayam adalah bagian tulangnya. Ini dari dulu aku gagal paham -_-

3.Mama dan papa sering berulang kali gantian maju ke panggung karena dipanggil sebagai orang tua yang anaknya juara dikelas. Ify, kita berlima SD nya di sekolah yang sama dan alhamdulillah sering juara kelas. Kebayang kan berapa kali nama mama papa dipanggil kelapa sekolah hehe.

4.Mama tidur pasti di atas jam 10 malam dengan durasi 3-4 jam sehari

5.Mama suka reject telfon anak-anaknya atau mama angkat tapi buru-buru nanya “Ada paket nelfon gak?” Kalau gak ada pasti dimatiin, trus mama telfon balik.

Untuk wanita luar biasa yang hari ini tepat 54 tahun lalu dititipkan Allah untuk lahir di dunia ini, terimakasih sudah menjadi Mama yang Super untuk Papa, Kak Nanda, Bang Alim, Kak Mita, dan Adek. Terimakasih untuk masakan mama yang super duper enak (sehat bergizi dan berkolestrol tinggi ehehe). Terimakasih telah bekerja keras mencari rezeki untuk menyekolahkan kami. Terimakasih dari dulu sudah mengajarkan kami arti kerja keras dan kesederhanaan. Terimakasih mama selalu menyelipkan nama-nama kami setiap doa dan sujud mama. Terimakasih menjadi bagian penentu terpenting dari seluruh kesuksesan kami.

Terimakasih Ma (:

“Ya Rabb, syukur ku memiliki mama yang sangat luar biasa. Aku memohon pada-Mu lindungilah mama, ampunkan lah dosa-dosa mama, berilah kesehatan pada mama, panjangkan umur mama serta terima seluruh amal ibadahnya, dan berikan kesempatan kami untuk membalas seluruh pengorbanan mama selama ini. Allahuma ya Allah. Ampunkanlah dosa papa, terimalah segala amal ibadahnya. Lapangkan lah kuburnya, hindarilah papa dari siksa kubur dan api neraka. Pertemukan lah Mama, Papa, Kak Nanda, Bang Alim, Bang Rasyid, dan Aku di Surga-Mu. Aamiin ya Rabbal ‘alamin”

Selamat Ulang Tahun Mama. Adek sayang Mama (:

-Kamar Kontrakan. 23 September 2016 [02:04]-

Published inUncategorized

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *