Skip to content

Month: February 2017

Lurus dan Rapatkan Shaf

Minggu kemaren pertama kalinya gue ke gereja. Ternyata rame banget ibadah minggu pagi ya. Di depan gereja sudah berjejer rapi berbagai jenis mobil, bahkan satu jalan umum sengaja dialihkan sebagai lahan parkir jemaah. Tenang bro, gue cuma nyebarin brosur kok haha. Kita punya misi untuk nyebarin brosur suatu event yang targetnya bisa dibilang “kaum elit”. Nah menariknya, waktu kita dikasi job buat nyebarin dari pihak office netapin gereja kelas atas sebagai lokasi penyebaran brosur. Kita mah gak masalah, mau dimana aja ya ayuk. Alhasil kita nyamperin Gereja Kristen Indonesia (GKI) Manyar, Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Katedral, dan Gereja Bethany. Emang bisa dibilang gerejanya gede sih. Noh liat, udah kayak stadion sepakbola.

Leave a Comment

“Uang Panas”

Beberapa minggu ini aku intens komunikasi dengan Bu Linda IIEF (Indonesian International Educational Foundation). Bu Linda bilang kalau kantornya ditawari untuk menghandle acara seminar perkuliahan di Amerika dari agen Linden Educational Service. InsyaAllah acara akan diadakan tanggal 25 Februari 2017 di Sheratom Hotel. Nah, karena kantor IIEF cuma ada di jakarta jadinya Bu Linda minta tolong buat bantuin pra-acara termasuk perizinan, publikasi lalayeye.

Leave a Comment

Melukislah

Entah hari ini esok atau lusa, hari hari yang sudah kau lalui akan menjadi saksi dan selalu siap membela masa depan mu. Tak perlu lah kau sibuk bertanya-tanya akan apa yang disimpan untukmu esok, cukup warnai hari ini dengan warna yang terbaikmu. Berbagi cerahnya kuning pada senja yang kelam tidak sulit bukan? Yakin saja jingga yang muncul perlahan, bukan lagi kelam. Tapi aku bukanlah pemain tinta yang baik, selalu saja tertumpah sembarang warna di kanvas baru ku. Kadang ungu, kelabu, bahkan tak sengaja hitam tumpah begitu saja.

3 Comments

Oh man, they call me back!

Ceritanya tadi sore rame adek-adek SMA yang ikutan NOPEC (National Olympiad of Chemical Engineering)  lab tour ke beberapa laboratorium Teknik Kimia. Memang kegiatan NOPEC sudah lama menjadi annual event HIMATEKK FTI ITS untuk mempromosikan Departemen Teknik Kimia pada lingkungan sekolah menengah atas dan mengasah kemampuan siswa khususnya dibidang ke-teknikkimia-an.

Leave a Comment

(Bukan) Janji Joni

Hi!

Pernah kenal dengan Bapak yang salaman diatas? Bero, yang kanan bero, kiri itu belum bapak bapak wkwk. Yup, Prof. Joni Hermana, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Munculnya nama beliau di atmosfer kandidat calon rektor ITS saat pemilihan waktu itu cukup fenomenal. Bagaimana tidak, aku mengenal beliau dari sticker dan gantungan kunci “Janji Joni” di Pasar Jumat ITS. Bukan main, entah apa yang bisa menggerakkan mahasiswa mahasiswi berjejeran di sepanjang jalan Manarul membagikan info dan marchandise kandidat yang satu ini. “Sopo wong iki?” bodo amat aku lanjut membeli gado-gado.

Leave a Comment

Ciiiee udah Sempro

Tak jarang kita memperhatikan postingan horor teman teman mahasiswa akhir yang akan menghadapi seminar proposal, keluh kesah-nervous-sampe curhat online pun jadi postingan. Mungkin memang bawaan skala ke-horor-an tiap-tiap universitas dan jurusan berbeda. Tapi sepanjang pengamatan ku dua hari ini, ritual itu di Teknik Kimia ITS tidak sehoror yang postingan-postingan tadi. Jauh lebih kalem dan bersahabat. Justru atmosfer sidang pabrik jauh lebih gaduh.

Leave a Comment

Yok!

Menyadari kehidupan yang serba praktis era ini memiliki banyak sisi yang perlu kita amati. Teknologi menyederhanakan segalanya. Visualisasi benar-benar membungkam kuatnya kata-kata. Dulu, untuk pergi ke rumah teman saja aku perlu singgah beberapa kali ke sembarang simpang untuk bertanya, kalau-kalau sudah terlewat. Dari tanya-bertanya itu pula aku punya cerita, oh ternyata ini yang namanya desa dompas, oh ternyata disini tempat jual-beli ikan yang mama pernah cerita, oohh oooh… ini loh rumahnya. But technology builds tough wall! Jangankan mencari rumah teman, lintas kota lintas provinsi saja serasa tak perlu lagi turun sebentar bertanya alamat, ada googlemap kok! Tapi dibalik itu semua ada satu frasa dari perjalanan yang diam-diam hilang. Frasa tentang membangun cerita yang berdampak tak pada hilangnya nilai kepedulian. Kepedulian apa?

Leave a Comment