Skip to content

Month: October 2016

Cie Galau

Untuk seluruh perjalanan yang pernah aku lewati

Apakabar?

Benarkah selama ini roda ku melaju kencang di badan-badan jalan?

Atau selama ini aku keliru yang mana simpang yang harus aku tentukan

Benarkah selama ini rodaku melaju kencang di badan-badan jalan?

Atau seharusnya tak perlu lah kencang, cukup ku sapa seluruh pedagang asongan

Leave a Comment

Bergegaslah!

Assalamualaikum (:

Beberapa minggu kebelakangan cukup membuat pola hidupku berantakan -,- kenapa ya padahal udah biasa hectic sejak maba tapi ga tau kenapa semester ini rasanya underpressure dan uncontrolled. Parah.

Yang bener-bener kerasa itu kalau dikelas, hampir sama sekali ga bisa nyerap pelajaran AT ALL. Dateng, duduk, dengerin dosen, bosan, main hape, absen, pulang. Ga ngerti apa-apa. Mau jadi apalah aku kayak gini. Dan kau tau? ( <- gaya ngomong Adrian wkwk) AKU GAK BISA JAWAB KUIS PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI (PLI) SAMA SEKALI TADI SIIIAAANNGG!!!!! Aku cuma bisa nulis ulang pertanyaan ke kertas double folio, terus ga bisa jawab sumpaaah sumpaaah gatau itu nilai yang keluar apa ya. Seumur hidup ku nekad yo gak kosong gitu juga sih kalau kuis -,- zzzz yassaallaaaam ):

2 Comments

Aku hari ini adalah proyeksi dari seluruh masa lalu ku. Dan aku di hari esok adalah apa yang aku lakukan di hari ini.

 

PADAHAL BELUM NGAPA-NGAPAIN HARI INI

😅😂😳

Leave a Comment

Prince Ea’s Message to World Education

Albert Einstein once said everybody’s a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree. It will live its whole life believing that it is stupid. Today on trial we have modern day schooling. Glad you could come. Not only does he make fish climb trees but also makes the climb down… and do a ten mile run. Tell me school, are you proud of the things you’ve done? Turning millions of people into robots, do you find that fun? Do you reliase how many kids relate to that fish? Swimming upstream in class, never finding their gifts… Thinking they are stupid. Believing the are useless. But the time has come, no more excuses. I call school to the stand and accuse him of killing creativity! Individuality! And being intellectually abusive. He’s an ancient institution that has outlived his usaged.

No more common core, instead let’s reach the core of every heart in every class. Sure math is important, but no more than art or dance. Let’s give every gift an equal chance. I know it sounds like a dream, but countries like Finland are doing impressive things. They have shorter school days. Teacher make a decent wage. Homework is non-existent and they focus on collaboration instead of competition. But there’s the kicker boys and girls. Their educational system outperforms every other country in the world. Other places like Singapore are succeeding rapidly. Schools like Montessori. Programmes like Khan Academy. There is no single solution, but let’s get moving. Because while student maybe 20% of our population, they are 100% of our future. So let’s attend to their dreams and there’s no telling what we can achieve.

This is a world in which We believe. A world where fish no longer forced to climb trees.

-Lab Biokimia. 08 Oktober 2016 [11:56]-

Leave a Comment

Belum

Tentu saja saya sangat setuju membantu orang lain adalah sebuah kebaikan yang sangat teramat baik. Tapi rasanya kurang adil berbuat kebaikan namun dari diri sendiri belum juga baik. Pertanyaannya yang baru saja terlintas adalah berbuat baik ketika sudah baik atau berbuat kebaikan lah yang akan membawa kita menjadi lebih baik? Saya lebih setuju yang terakhir sih, karena saya yakin suatu kebaikan akan memanggil kebaikan yang lainnya. Terlepas engkau menjadi bagian langsung dari kebaikan itu atau pun bergerak dibelakang membawa kebaikan, itu pilihanmu. Yang terpenting dari sebuah pilihan adalah niat, niat yang baik.

Dari kegelisahan diri sendiri yang masih bertanya-tanya, sudah baik kah saya hari ini dan sudah berbagi kebaikan kah saya hari ini? Belum.

-Lab Biokimia. 06 Oktober 2016 [23:51]-

Leave a Comment