Skip to content

Month: November 2015

Arti Pertemuan

Pernahkah kita sadari setiap waktu nya kita tak lepas dari pertemuan.

Sering kita bertanya kenapa kita dipertemukan dengan seseorang? Lupakan dulu waktu yang diberikan Tuhan untuk mengenalnya, itu rahasia. Entah ia  untuk sementara ataupun untuk selamanya. Sering kita bertanya kenapa harus bertemu dengannya, lucu ya dia, oh ternyata dia orang nya seperti itu, haha koplak ya anak itu. Ya, penilaian kecil yang selalu muncul setelah kita bertemu dengan seseorang, pertemuan.

Mencari arti kehidupan sama halnya kau mengenang perjalanan hidupmu. Membuka lembar usang yang telah kau simpan dengan rapi, menelan pil pahit yang telah kau sembunyikan di almari, tak jarang kau juga merajut senyum disetiap keping masa lalumu. Ya, masa lalu.

Bagiku tak ada masa lalu yang kelam, yang ada hanya aku yang telalu terpaku dari sisi keburukan. Orang yang pergi juga bukan berarti menghilang, aku tau pasti. Oh ya, untuk mu pengamat dalam diam, percayalah, semoga firasatku benar.

Bagiku tak ada orang yang membenci, yang ada hanya aku yang terlanjur membuat sakit hati. Cara menyikapi juga berbeda, ada yang mengadu otot dan selalu ngotot, dan juga ada yang memilih diam dan perlahan memendam.

Tidak selalu orang lari dari sesuatu karena ketakutan atau ancaman. Kita juga bisa pergi karena kebencian, kesedihan, ataupun harapan.

Sejatinya sebuah perjalan hidup adalah cara kita mempelajari setiap momen di selang lahir dan mati. Tak pernah seorang pun tau bagaimana perjalanan hidupnya, sehari kedepan, atau pun sedetik kedepan. Kita hanya dititipkan dengan siapa kita akan bertemu, momen apa kita dipertemukan, dan apa arti dari sebuah pertemuan.

Kadang kehidupan takkan pernah tau akan bertemu dengan siapa dalam hidup ini. Orang-orang datang silih berganti, ada yang menjadi bagian penting, ada yang segera terlupakan.

Leave a Comment

Bola Salju

Seorang pemuda berangkat kerja di pagi hari. Memanggil taksi dan naik.

“Selamat pagi Pak” katanya menyapa sang sopir taksi terlebih dahulu.

“Pagi yang cerah bukan? Sambungnya sambil tersenyum, lalu bersenandung kecil.

Sang sopir tgersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dengan senang hati ia melajukan taksinya.

Sesampai di tempat tujuan, pemuda itu membayar dengan selembar 20ribuan, untuk argo yang hampir 15 ribu.

“Kembaliannya buat Bapak saja. Selamat bekerja Pak” kata pemuda dengan senyum.

“Terimakasih” jawab Pak sopir taksidengan penuh syukur. “Wah, aku bisa sarapan dulu nih” pikir sopir taksi itu. Dan ia pun menuju ke sebuah warung.

“Biasa Pak?” tanya si mbok warung.

“Iya biasa, nasi sayur… Tapi pagi ini tambahkan sepotong ayam ya” jawab Pak sopir dengan tersenyum.

Dan ketika membayar nasi, ditambahkannya seribu rupiah “Buat jajan anaknya si mbok” begitu katanya.

Dengan tambahan uang jajan seribu, pagi itu anak si mbok berangkat ke sekolah dengan senyum lebih lebar.

Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini dan diberikannya pada temannya yang tidak punya bekal.

Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu…

Begitu juga keluarga si mbok…

Teman-teman si anak…

Keluarga mereka…

Semua tertular kebahagiaan…

Begitulah indahnya kebaikan, ia bagaikan bola salju, bergulir dan selalu membesar.

“Sesungguhnya kebaikan akan mengundang kebaikan lainnya”

Leave a Comment

[Day 1-2] SE Anti Biasa!

Halohaa~ sini aku ceritain pengalaman ku ikutan Study Excursion (SE) K52 Anti Biasa! Jadi seperti biasa tiap akhir tahun ketiga mahasiswa teknik kimia bakal ada kegiatan kunjungan pabrik + jalan-jalan yang commonly called SE. Awalnya yang aku tau cuma segitu; ke pabrik, lihat-lihat alat pabrik, sama jalan-jalan dikit kemana gitu. Tahun lalu K51 SE ke Jakarta dan Palembang banyak sih pabrik yang dikunjungi, tapi point target nya ke Pupuk Sriwijaya dan mereka banyak jalan-jalan malahan separuh SE nya di jalan hehe iya K51 SE pake bis dari Surabaya ke Palembang. Seru toh? Rame-rame seangkatan dalam bis berapa hari berapa malam, kedinginan kena AC, nyeberang pulau Jawa ke Sumatera, teriak-teriak di selat Jawa (ini aku ngarang hehe). Tapi itu cuma pikiran ku aja, soalnya ga tau persisnya gimana. Nah, SE K52 gimana?

K52 yang SE kok Karim ikutan? Awalnya diajakin Ilham, bukan sih bukan ilham, peliharaan ilham tepatnya, Fira. Sore-sore masih nongkrong di plasa, trus ada line masuk. “Dul, kamu mau ikutan ke Kalimantan gak?” aku bales “mau mau Fir” kirain dia ngajakin ke Kalimantan buat ngapain gitu, jalan-jalan atau apa. “Yaudah fix ya? Pastiin dulu sebelum maghrib, mau dipesen tiketnya” memang jago peliharaan ilham bisa pake line “iyaa fix”. Masih lanjutin ngobrol sama onad, angga eko, rillya, uni (eh ada uni ga ya, ada kalau ga salah) “Sik Fir, ngapain ke Kalimantan?” dan ternyata…. Yasudahlah

Here we go! Kirain cuma aku berdua sama ilham perwakilan K53 aja yang ikutan SE, ternyata Uda juga ikutan setelah merayu amak apak nyo (minangese: ibu bapak nya).

Leave a Comment